Selimut Sarah Yang Telah Hilang Dua Hari, Ditemukan Kembali di Pinggir Jalan

Dedi Wiyanto – BlogAyahnyaSarah

497801025

Yokohama – Rabu pekan lalu (22/03) sepasang orang tua baru yang setiap keluar rumah selalu heboh dengan persiapannya mendadak bingung ketika mendapati selimut yang dibawanya sudah tidak ada di dalam kereta dorong mereka. Pasalnya sang Ibu yang merasa menaruh selimut di kereta dorong sebelum berangkat begitu yakin telah menaruhnya sedemikian rupa, sambil memastikan dengan menanyakan kepada suaminya. “Tadi benarkan ya sudah ditaruh di stroller sebelum berangkat belanja?” “Iya betul kok, di dalam tas juga nggak ada apa-apa, tadi ngelihat juga ditaruh di dalam stroller,” ujar si Ayah kokoh penuh kemantapan.

Setidaknya kedua orang tua baru ini tampak begitu kompak, sehingga tidak perlu ada ribut-ribut seperti pasangan belum resmi (red: belum menikah) tapi sudah saling memanggil dengan sapaan ummi-abi di luar sana (red: entah di mana). Pasangan yang hanya karena lama membalas pertanyaan, “bi, kamu udah makan? sama siapa di mana?” bisa mengakibatkan kasak-kusuknya dunia maya bagi kedua belah pihak.

Kekecewaan begitu terasa dalam kesaksian kedua orang tua baru ini. Karena ini bukan kali pertama mereka kehilangan benda ketika ditaruh di dalam kereta dorong itu. Sebelumnya mereka (red: lebih tepatnya si Ayah) telah menghilangkan mainan boneka berwujud siput dalam perjalanan mereka dulu. Boneka ini begitu disukai putri mereka Sarah. Sarah dan Siput kerapkali dipergoki mengobrol ketika ditinggal berdua di kereta dorong atau ayunan.

Pada akhirnya kedua orang tua baru ini mengikhlaskan selimut tersebut. Mereka cepat move-on denganĀ merencanakan membeli selimut lagi dengan desain terbaru yang lebih lucu ketika mampir di toko perlengkapan bayi dan anak suatu waktu. Sampai suatu ketika, tepat pada Jumat (24/03) dua hari setelah mereka kehilangan selimut – yang lumayan lucu juga -, mereka menemukan selimut itu tergeletak di atas semak-semak pinggir jalan depan apato (red: apartemen di Jepang) mereka.

Diliputi bermacam rasa antara senang, terharu dan sedih. Senang karena bersyukur selimutnya kembali dan artinya tidak perlu ada biaya tambahan untuk membeli selimut lagi. Terharu karena begitu luar biasa kejujuran masyarakat di mana mereka tinggal sementara sekarang. Sedih karena selimut dengan desain yang kawaii (red: lucu) tidak jadi mereka beli.

(com/dw)

N.B Maafkan genre postingan kali ini, gagal jadi calon reporter ibukota yang karena menolak teken kontrak kerja setelah rangkaian tes panjang haha

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s