Jalan Lain Perubahan: Berjejaring (3/4)

468838793

Sampailah kita pada bagian ketiga tulisan serial ‘Jalan Lain Perubahan’. Tulisan ini pada awalnya adalah bentuk kekecewaan saya ketika tidak lolos dalam sebuah program kepemudaan. Tapi akhirnya saya sadar, justru skenarionya memang sudah dari ‘sananya’ harus seperti ini. Bagaimanapun hasilnya, ternyata ranah menyikapi adalah sebuah pilihan.

Setelah pada bagian pertama jalan lain perubahan: membaca kemudian berlanjut menulis pada dua tulisan sebelumnya, Berjejaring pada akhirnya adalah sebuah skillset (dari empat) yang harus dimiliki oleh seorang enterpreneur menurut Dave Schools seorang penulis tech startups, enterpreneurship, dan design di salah satu tulisannya di blog Medium.

The strength of an entrepreneur is reflected in the strength of his/her network. While technical people can build or design on their own, and entrepreneur needs to find the right people. Often, an entrepreneur is the one that knits a project together; he finds the “right people to put in the right seat on the right bus.”

Kekuatan seorang enterpreneur tercermin dalam kekuatan jaringannya. Ketika orang-orang teknis dapat membangun atau merancang sendiri, dan seorang enterpreneur perlu menemukan orang yang tepat. Seringkali, seorang enterpreneur adalah seseorang yang merajut dan menggabungkan sebuah proyek; Dia menemukan ‘orang-orang yang tepat untuk ditaruhkan di dalam kursi yang tepat di bis yang tepat.’

Reid Hoffman, co-founder of LinkedIn, studied philosophy but jumped into entrepreneurship to “best influence the world.” His net worth is estimated to be $4.7 billion.

Richard Branson, serial entrepreneur and founder of the Virgin brand, had dyslexia and performed poorly academically. His first business venture was the high school music magazine Student which experienced overnight success. Branson lives on his own island and is valued at $4.9 billion.

Whether you have a background in philosophy or media, it does not require a technical or academically prestigious background to be successful as an entrepreneur. Branson and Hoffman will be the first to tell you that people are the key to capitalizing on any opportunity.

Hoffman dan Branson, bukan seorang enterpreneur yang ahli dalam bisnis yang mereka garap. Tapi mereka tahu mencari dan menemukan orang-orang yang tepat untuk diajak bekerja sama adalah salah satu kunci penting dalam menjalankan bisnis yang mereka bangun. Mereka mengandalkan jaringan yang mereka miliki, alih-alih hanya terus menambah kuantitas, mereka juga meningkatkan kualitas jejaring yang sudah terbentuk.

Dalam buku Richard Branson yaitu The Virgin Way, Branson menceritakan tentang salah satu pegawainya yang kedapatan mencuri, tetapi apa yang dilakukannya adalah dia memberi kesempatan kedua baginya dan sekarang pegawainya tersebut memegang posisi penting dan performa kerja yang luar biasa.

Kadang kita lupa untuk terus memupuk apa yang sudah kita bangun dari hubungan-hubungan kita dengan kerabat, sahabat, dan teman sejawat. Bertegur sapa menanyakan kabar yang sesederhanan saja kita lupa atau enggan. Lalu bagaimana kita akan mengurus banyak hal? Semoga ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua, dengan membesarkan orang lain, maka kita akan dikelilingi orang-orang besar. Dan tentunya, otomatis kita akan turun membesar, bertumbuh.

Let’s Change!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s