Jalan Lain Perubahan: Membaca (1/4)

568519127
Beberapa hari yang lalu saya membaca sebuah artikel di blog Medium yang ditulis oleh Dave Schools seorang penulis tech startups, enterpreneurship, dan design. Ada bagian yang saya sorot pada artikel tersebut terkait skillset yang seharusnya dilakukan oleh seorang enterpreneur dan juga sebaiknya dilakukan terus menerus secara kontinyu. Skillset tersebut adalah membaca (read), menulis (write), berjejaring (network) dan terakhir gagal (fail).

Pada bagian pertama dari empat tulisan yang rencana saya tulis di blog ini kedepannya, saya akan menulis skillset pertama yaitu membaca (read). Sebagai catatan saya memandang enterpreneur disini adalah sebagai sebuah cara berpikir (mindset) bukan hanya sebagai profesi. Sehingga apapun profesi atau yang kita lakukan sekarang akan lebih baik jika kita mampu memiliki cara berpikir seorang enterpreneur.

Grant Cardone, American entrepreneur and author, said, “The average CEO is said to read 60+ books a year and makes 319x the income of the average worker who reads 1 book a year but finds the time to watch 700 YouTube videos a year.”

“Grant Cardone, pengusaha dan penulis Amerika, mengatakan, “CEO pada umumnya dikatakan membaca lebih dari 60 buku setahun dan menghasilkan pendapatan 319 kalinya pekerja pada umumnya yang membaca sebuah buku setahunnya dan menghabiskan waktu untuk menonton 700 video-video YouTube setahun.”

Tentu saja penghasilan pendapatan yang lebih besar itu hanyalah efek. Bukan tujuan utama dari pengembangan diri yang dimaksud Dave. Dave menjelaskan manfaat sebagai berikut terkait skillset membaca bagi dirinya.

Reading, for me, is not about knowledge growth. It is about getting practical ideas and inspirations I can apply to my current projects as I read. I hold the book in one hand and a pencil in the other. As I read, I write down the ideas that come to my head for my startup, my clients, and my full-time job. I think laterally. If the author sold on Amazon, what would I sell on Amazon? If the author wrote an ebook in three weeks, what would the title be of the ebook I write in three weeks?

Reading, for me, is about idea generation.

“Membaca, bagi saya, bukan tentang menumbuhkan pengetahuan. Ini adalah tentang mendapatkan ide-ide praktis dan inspirasi yang bisa saya terapkan pada proyek-proyek yang sedang saya kerjakan sesuai dengan bacaan saya. Saya memegang buku di satu tangan dan memegang sebuah pensil di tangan lainnya. Buku yang saya membacanya, saya menuliskan ide-ide yang muncul di pikiran saya untuk startup saya, untuk klien-klien saya, dan pekerjaan penuh waktu saya. Saya berpikir secara lateral (bercabang, menyamping). Jika seorang penulis menjual buku di Amazon, (buku) apa yang mungkin akan saya jual di Amazon? Jika seorang penulis menulis sebuah ebook dalam waktu tiga minggu, judul ebook apa yang akan tulis dalam tiga minggu?”

“Membaca, bagi saya, adalah tentang membangkitkan ide.”

Dave juga dengan baiknya memberikan memberikan rekomendasi daftar bacaannya untuk kita.

Dari 6 daftar tersebut hanya satu buku yang baru saya baca yaitu Outliers karya Malcolm Gladwell 🙂

Baiklah pada bagian pertama dari Jalan Lain Perubahan terkait membaca sudah saya ulas berdasarkan tulisan artikel Dave Schools. Bagian kedua nantinya adalah tentang menulis. Lalu tentang kenapa judul dari seri postingan blog ini adalah Jalan Lain Perubahan akan saya jelaskan pada bagian keempat atau terakhir nantinya 🙂

Let’s Change!

Advertisements

5 responses to “Jalan Lain Perubahan: Membaca (1/4)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s