Hari Raya Dilematis

Entah, apa mungkin suatu saat kelak Negeri Aa’ Syam menyadari dilema di balik perayaan Thanksgiving ini. Menurut saya sangat mungkin. Saat ini saja ada kelompok-kelompok yang memilih “merayakan” Thanksgiving sebagai Hari Perkabungan Nasional. Gerakan protes ini diadakan setiap tahun di kawasan New England, dekat Plymouth Rock, tempat pertama kali para “pilgrim” mendarat dengan kapal Mayflower. – Timbalaning

Timbalaning

Tibalah saatnya hari raya paling raya di Negeri Aa’ Syam: Thanksgiving, atau Hari Raya Panjat Syukur. Orang-orang di negeri ini merayakan hari besar ini tak peduli apapun agama mereka–Kristen, Katolik, Yahudi, Islam, Sikh, Hindu, dll. Tapi, kalau kita menilik sedikit saja sejarah di balik hari raya ini, tak urung kita akan mendapati sesuatu yang janggal: hari raya ini memperingati upacara syukuran karena keberhasilan panen pertama para pendatang yang kelak anak turunnya akan menguasai tanah Amerika Utara ini, dan memojokkan dan bahkan membantai orang-orang pribumi yang memungkinkan mereka berhasil panen untuk pertama kalinya. Makanya, banyak juga sebenarnya orang-orang di Negeri Aa’ Syam (bahkan yang kulit putih) yang mengkritisi hari raya ini. Bagi blogger Anda ini secara pribadi, tentu ini hari raya yang dilematis. Kenapa?

Sayangnya, sejarah Thanksgiving sepertinya tidak terlalu penting lagi bagi banyak orang saat ini. Kebanyakan orang saat ini memahami Thanksgiving sebagai hari untuk bersyukur atas apa-apa yang berarti…

View original post 1,242 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s