EMAIL BODONG

“Jadi sebenarnya literasi itu bukan hanya masalah kompetensi kognitif saja, namun juga sosiokultural. Mau diajari berbagai jenis teks/genre, kalau tidak terbiasa membaca (apalagi menghasilkan) teks seperti itu di kehidupan sehari-hari, maka literasi belum bisa terinternalisasi.” -Pratiwi Retnaningdyah

Doing Literacy

Apakah Anda pernah menerima kiriman file lewat email tanpa pesan dari seorang teman/siswa/mahasiswa? Email tanpa tulisan apa-apa, kecuali file yang disertakan. Bahkan kadangkala email tersebut tanpa ‘subject.’ Email bodong, kalua saya boleh menyebutnya demikian.

Semester ini saya sudah mulai aktif mengajar di jurusan. Saya mengampu beberapa mata kuliah di prodi S-1 Sastra Inggris. Dalam beberapa kali tugas, saya meminta mahasiswa untuk mengirimkan tugasnya melalui email. Maksud saya supaya hemat kertas, dan saya bisa memeriksa tugas mahasiswa di mana saja saat ada waktu senggang.

Namun kemudian saya cukup terkejut ketika mayoritas mahasiswa mengirimkan email bodong untuk menyetorkan tugasnya. Praktis hanya satu mahasiswa yang menuliskan satu kalimat: “This is my interpretation of key elements inside American Sniper the movie. I hope my writing is acceptable, ma’am. Hehe.”

Saya apresiasi upayanya menuliskan kalimat ini, meskipun tanpa ada pembukaan “dear ….”

Di satu sisi, saya tidak habis pikir. Bagaimana mungkin mahasiswa…

View original post 957 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s