Memilih Bahagia dengan Tetap Peduli

Sekolah Ramah Anak

Anak: “Saya mau baksos, Bu.”
Guru: “Baksos program rutin OSIS ya? Apakah yang membedakan kegiatan baksos ananda dengan kegiatan rutin tersebut?”
Anak: “Baksosnya ke daerah yang terkena bencana.”
Guru: “Coba kita kaji apakah aksi tersebut termasuk unjuk peduli atau simpatik.”

Bu guru terus mengajak peserta didiknya untuk berdialog mengasah kepedulian yang tengah diisi dan dikembangkan untuk memantaskan dirinya sebagai Duta Anak. Dialog saling belajar ini menjadi ciri khas sahabat-sahabat KerLiP dalam mengembangkan konsep Pendidikan Anak Merdeka.

Jhon Dewey dan Pendidikan Anak Merdeka

Membaca buku tipis Experiment and Education karya Jhon Dewey memberikan justifikasi dalam pengembangan konsep pendidikan anak merdeka sejak tahun 2000 di SD Hikmah Teladan. Dialog guru murid yang sering saya dengar dari penuturan bu Nia menunjukkan bahwa fungsi sosial pendidikan yang diperkenalkan Plato diperkuat Dewey benar-benar menjadi instrumen potensial. Nampaknya hal ini juga sejalan dengan pemikiran pendidikan Ki Hadjar bahwa pendidikan tidak memisahkan peserta didik dari rakyat.  Dalam…

View original post 374 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s