First Time Again

468764755

Apa yang paling mungkin ditakuti setiap orang? Mungkin salah satunya adalah memulai kembali. Kenapa memulai kembali bisa menjadi yang hal yang menakutkan atau bahkan mengkhawatirkan? Sebab dirinya sungguh tahu bahwa waktunya di bumi begitu terbatas 🙂

Tersebab dari itu kita hampir selalu tahu mencari jalan pintas adalah hal yang selalu diupayakan setiap lakon. Terlepas dari alasannya setiap orang mencari jalan pintas, jalan pintas selalu menjadi pilihan yang menggiurkan. Karena yang sudah kita tahu, jalan pintas mengubah yang jauh menjadi dekat, yang lama menjadi cepat, integrasinya menghasilkan kuantitas yang begitu berlipat. Keuntungan yang sungguh menggiurkan bukan?

Pada sebuah titik di lintasan perjalanan, seringkali kita dihadapkan bahwa kita berada jalur yang salah atau mungkin kurang tepat. Kita tahu jika harus memutar balik dan mengambil jalan di belakang kita mungkin hanya menghabiskan waktu yang kita punya dan juga sumber daya yang kita miliki. Oleh karena itu, memulai dari awal seperti bukan prioritas pada pilihan yang harus kita ambil pada setiap persimpangan pada setiap U-turn.

Mundur Untuk Melompat

Ada beberapa hal yang kita sering lupakan dalam perjalanan fana yang telah menjadi rutinitas ini. Sebuah kepercayaan bahwa kita selalu mempunyai kesempatan untuk berubah, kesempatan untuk bereskalasi, untuk mencapai tujuan kenapa diri kita ada. Dan untuk mencapai hal tersebut, kadang yang kita butuhkan adalah ruang di belakang kaki kita sebagai tempat berancang-ancang kemudian berlari.

Tapi hal itupun belum cukup, Allah tahu kita tidak akan melompat jika kita tidak menghalangi jalan yang sudah terlanjur nyaman kita tempuh. Oleh karena itu, Allah menurunkan penghalangnya, dan menyuruh kita untuk melompat. Hanya saja kita terlanjur fokus pada jalan, sampai tidak sadar bahwa permukaan tembok sudah bertemu dengan jidat kita. Kemudian sambil bersungut-sungut entah sadar atau tidak, kita marah kepada Allah, menyalahkan semua hal tanpa beban. Hanya karena sebuah benjolah atas kealpaan diri sendiri.

Pertama Kali Adalah Sesuatu Tentang Beradaptasi

Adaptasi selalu saja menjadi hal yang selalu kita ingin hindari. Keterasingan, ketidaktahuan, kengganan, ketidakmengertian, ketidakcekatan, dan berbagai kekurangan yang harus kita hadapi selama beberapa hari atau mungkin bulan sampai bilangan tahun. Maka, sekali lagi, memulai kembali akan selalu bukan menjadi pilihan yang menarik bagi manusia.

Pada apa yang ada didalamnya keburukan atau meragukan maka tinggalkan. Tapi, sudah terlanjur menjadi alasan andalan untuk kita memulai kembali. Memulai kembali, entah itu pekerjaan, ajakan, belajar, dan aktivitas lainnya yang sudah jelas baik, diri kita akan dibenturkan pada waktu kita sedikit (ditambah bisikan untuk bisa mendapatkan keuntungan untuk terus dalam kenyamanan).

Pada akhirnya ujian kita pada hal-hal tertentu akan berulang hadir kembali sampai kita mampu menjawabnya, mampu bereaksi dengan sikap yang baik dan benar. Lalu akankah kita hanya akan berputar-putar disitu saja padahal kita tahu bahwa waktu kita terbatas?

Dan ah tentu saja aku harus memulai kembali berlari lagi besok.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s