Melanjutkan Hidup Ala The Martian

martian-gallery3-gallery-image

Astronot Mark Yang Terdampar Di Planet Mars

Peringatan: Banyak spoiler di dalamnya, kebijakan dikembalikan kepada pembaca 🙂

Untuk yang tengah linglung dalam keseharian aktivitas yang tengah dijalani. Saya sarankan kamu tonton film The Martian. Niscaya kamu akan merasakan hidup kamu tidak akan lebih sulit dari yang harus dihadapi Mark. Seorang astronot yang tertinggal karena dianggap telah tewas ketika sebuah tim harus beranjak pergi di tengah penelitian yang mengharuskan mereka pergi karena sebuah badai tak terduga di permukaan Mars.

Kondisi komunikasi yang mati, dan meskipun komunikasi tersebut pun bisa terjadi, misi penyelematan hanya bisa dilakukan 4 tahun lagi ketika Ares 4 akan mengadakan penelitian selanjutnya di Mars. Sedangkan dari sisi sumber daya ideal bagi masing-masing awak untuk hidup hanya cukup untuk satu bulan. Ditambah cadangan makanan milik teman-temannya yang telah dulu pergi, hanya menambah beberapa bulan saja. Masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya untuk sampai di tahun keempat.

Dari titik inilah kita bisa belajar banyak dari film ini, yang pertama-tama adalah Manajemen Krisis. Mark tetaplah manusia biasa yang merasakan putus asa yang begitu mendalam, berada sendiri di sebuah planet asing yang berjarak sekitar 56 juta kilometer dari planet rumahnya bukanlah perkara yang mudah. Jika kondisi pikiran, mental dan hati tidak terlatih baik maka kematian akan mengincar Mark. Tetapi sebagai astronot sekali lagi Mark terlatih untuk bertahan hidup bahkan di tempat yang hampir tidak memungkinkan seorang manusia manapun untuk hidup.

Menghitung dan Mengelola Sumber Daya

Hal-hal pertama yang dilakukan Mark adalah menghitung pasokan makanan tersisa, sampai dia menemukan sekantong plastik kentang yang disiapkan salah satu awak sebagai hadiah Thanksgiving. Seperti yang sering terjadi dalam hidup kita bukan? Ada saja rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka datang menghampiri dalam kondisi yang kita sering keluhkan, “ah tidak mungkin.”

Setelah mendapati sekantong kentang itu, yang direncanakan Mark adalah mengembangbiakan modal makanannya tersebut. Tetapi sekali lagi kita ingat, kondisi di Mars bukanlah kondisi yang memungkinkan untuk menumbuhkan bahan makanan. Tapi untunglah Mark seorang botanist handal, apakah sebuah kebetulan? Tentu saja tidak, bukankah ujian yang hadir bagi setiap manusia itu dikondisikan sesuai kadar masing-masing manusia?

Menciptakan Peluang

c0dd6db5efa2473ebdb02865dbf4e504

Hasil Panen Kentang Mark 

Unsur penting air dalam siklus pertumbuhan tidak ada di  Mars. Mau tidak mau Mark harus menciptakan unsur tersebut, berbekal ilmu kimia dasar bahwa air (H2O) terdiri atas unsur Hidrogen yang sumbernya dia dapatkan dari pasokan ‘bensin’ kendaraan dan Oksigen yang dengan mudah dapatkan dari pasokan di Host (shelter tempat para awak tinggal di permukaan Mars). Maka dia menciptakan air melalui pembakaran, voila, air pun tersedia.

Dari kejadian ini ada prinsip penting yang bisa ambil hikmahnya. Pertama, adalah kita harus tahu dapat mendefinisikan permasalahan dengan tepat dan jelas, sebab mendefinsikan permasalahan sendiri itu sudah 50% dari solusinya. Kedua, tahu potensi kelebihan dan kekurangan diri kita kemudian mengelolanya sebaik mungkin agar ketika terjadi situasi penting mendesak kita dapat menghadapinya dengan baik dan benar.

Sampai disini Mark berhasil memanen hasil penanaman kentang-kentangnya beberapa bulan kemudia. Tapi hidup tidak selalu sesuai rencana, pada suatu peristiwa dome di Host tempat dimana dia menanam harus raib dalam sekejap mata karena ledakan yang terjadi. Depresi kedua harus dialami Mark setelah ini, dan akan saya coba sambung di tulisan kedua insyaAllah, sambil kita coba menggali pesan-pesan baik di film ini. Salam.

Credit foto:

1. http://s3.foxfilm.com/foxmovies/production/films/104/images/gallery/martian-gallery3-gallery-image.jpg

2. http://cdn.img.print.kompas.com/getattachment/46ed32e7-d40c-4d3a-8cea-fc487e163cf8

Advertisements

2 responses to “Melanjutkan Hidup Ala The Martian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s