The Erosion Of Hope

575139653

Sebuah keniscayaan bagi setiap insan untuk merasai jatuh bangun kehidupannya. Tetapi tentang bagaimana kita bereaksi adalah ranah pilihan, dan tentu saja yang mempengaruhi ini adalah kapasitas diri. Berbicara tentang kapasitas adalah sebuah kerumitan sendiri, banyak faktor yang mempengaruhi baik internal maupun eksternal. Lalu apa hubungannya dengan judul tulisan ini? The erosion of hope?

Seperti yang sudah kita utarakan tadi, kapasitas yang terbentuk dari kedua faktor internal dan eksternal tersebut pada akhirnya adalah yang akan terus menerus membentuk diri kita seutuhnya. Faktor internal yang merupakan potensi dasar bawaan kita tentu saja masih bisa terus ditingkatkan, itu tinggal seberapa besar keyakinan dan tekad kita. Kabar baik dan juga buruknya adalah faktor peningkatan faktor internal ini begitu kuat dipengaruhi oleh faktor eksternal.

Faktor eksternal tentang siapa saja kita berteman dan beinteraksi serta tentang apa saja yang kita baca, simak dan perhatikan. Maka, pada akhirnya, kemampuan mengelola kitalah yang diuji terus menerus. Setiap saat kita dihadirkan pada hal-hal terkait seberapa penting serta seberapa mendesak tentang sebuah hal.

Jika faktor-faktor eksternal ini telah baik dan benar masuk ke dalam diri kemudian mengembangkan faktor internal yang telah dulu bersemayam dalam diri maka apapun yang terjadi, stok harapan akan selalu ada. Tapi jika terjadi sebaliknya, harapan akan mengalami erosi dengan sendirinya. Maka komoditas yang menawarkan untuk memicu dan membangkitakan harapan selalu saja menjadi barang dagangan yang selalu menarik.

Bukankah tidak sedikit orang yang harapannya selalu mengalami erosi? Dari pemberitaan-pemberitaan yang tak kunjung henti dari hal-hal negatif, teman-teman yang bermuka masam atau seperti tidak menaruh perhatian pada sesuatu yang kita khawatirkan, bahkan dari orang asing yang tak kita kenal sekalipun yang tidak tahu apapun tentang sebuah permasalahan tetapi berkomentar seakan-akan menjadi orang yang paling tahu segala-galanya tentang semua hal, sounds familiar? ya itu kadang-kadang kita sendiri bukan.

Marilah kita mencoba memutar telunjuk jari ini bukan ke siapa-siapa atau kemana-mana, coba arahkan dulu ke diri sendiri, arahkan ke dada kita. Semoga saja kita mampu menjadi faktor eksternal orang lain agar oase-oase harapannya dapat terus tumbuh dan meluas. Sebab pada akhirnya, orang-orang berharapan tinggi di sekitar kita akan membalikan efeknya kepada kita, bukankah ini terasa indah?

Selamat rehat, selamat malam Jumat 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s