What’s The Plan Thomas?

Setidaknya dialog pertanyaan itulah yang berulang-ulang kali saya dengar dalam sekuel lanjutan Maze Runner. The Scorch Trial melanjutkan petualangan Thomas dan kawan-kawannya sebagai penyintas dari labirin yang tidak hanya besar dan rumit, tapi juga berbahaya.

Setelah mereka berhasil keluar dari labirin dan dibawa pergi oleh sekelompok tentara yang mengaku menyelamatkan mereka dari WICKED untuk bertemu Janson yang diperankan oleh Aidan Gillen si Petyr ‘Littlefinger’ Baelish dalam serial TV Game of Thrones. Sepertinya tidak kita perlu bahas bagaimana karakter yang diperankan oleh Aidan di film ini, sepak terjang seorang ‘Littlefinger’ sudah sama-sama kita tahu.

Bukan Thomas jika dia tidak penasaran dan ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi di tempat baru — yang mereka baru anggap sebagai rumah sementara, what’s going on? Seperti yang sudah-sudah Thomas selalu saja beruntung (?) menemukan orang yang bisa membantunya memecahkan teka-teki bersama Aris. Ketika teka-teki sudah terpecahkan dan kebuntuan hadir berturut-turut sesudahnya, tak pelak yang selalu ditanyakan dalam tim pelarian (karena adegan pelarian ini memang sepertinya inti dari film ini) Thomas adalah “what’s your plan, Thomas?” “Apa rencanamu Thomas?”

Thomas hampir tidak pernah menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut di sepanjang film ini kecuali pada adegan terakhir yang dia mengatakan, “Setidaknya kini aku tahu apa rencanaku”. Mungkin orang-orang yang bertanya itupun sebenarnya tahu bahwa Thomas juga tidak bisa menjawabnya. Tapi dalam situasi-situasi mencekam dan membingungkan yang selalu mereka hadapi, pertanyaan-pertanyaan seperti ini selalu dapat membantu mereka untuk menumbuhkan harapan-harapan baru dan bagi Thomas sendiri itu seperti pemicu agar dia mencari jawaban di otak bawah sadarnya untuk menyelesaikan masalah yang ada.

Hal ini pun sebetulnya tidak terjadi hanya di film, di keseharian kita yang peranannya tidak lepas dari peran kepemimpinan dalam tingkat apapun kita memang dituntut untuk menjadi sumber solusi dari permasalahan yang ada. Menjadi sumber jawaban dari pertanyaan yang diajukan. Meskipun belum tentu kita tahu, meskipun kita tidak pernah tahu apa yang ada di depannya. Tapi yang juga penting bagi kita untuk tanyakan pada diri sendiri adalah tentang rencana-rencana hidup kita. Jadi apa rencanamu? what’s your plan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s