Tiga Kasus “-Nya”

[Reblog]’Kepada siapakah enklitik -nya itu dikembalikan? Kepada orang yang diajak bicara atau kepada orang lain di luar percakapan?’

Rubrik Bahasa

Zen Hae* (Majalah Tempo, 16 Jun 2014)

Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga (2001) menjelaskan -nya sebagai “bentuk terikat yang merupakan varian pronomina persona ia/dia dan pronomina benda yang menyatakan milik, pelaku, atau penerima”. Kaum linguis menyebut -nya sebagai enklitik, yakni “klitik yang terikat dengan unsur yang mendahuluinya” (Harimurti Kridalaksana, Kamus Linguistik, 1982).

Jika saja setiap akan berbicara atau menulis kita mengecek ke dalam kamus kata-kata yang meragukan, mungkin salah kaprah berikut tidak perlu berlangsung hingga hari ini. Begitulah, ketika berbicara di depan banyak orang, pun ketika menutup surat, kita kerap mengatakan, “Terima kasih atas perhatiannya.” Atau, kepada orang yang berpakaian bagus, seseorang bisa mengatakan, “Bajunya bagus.”

Kepada siapakah enklitik -nya itu dikembalikan? Kepada orang yang diajak bicara atau kepada orang lain di luar percakapan?

View original post 710 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s