Salinan Untukku

492694577

Aku mengutip satu halaman penuh tulisan dari seorang penulis yang ku kagumi. Bukan karena aku malas untuk menulis sesuatu yang baru, atau yang orang-orang selalu katakan sebagai kreatifitas bahkan inovasi. Melainkan, karena satu halaman yang secara acak kubuka itu, tiba-tiba saja menunjukkan halaman yang begitu menancap dalam benak, seperti seorang sosok ayah yang datang menasihati anak laki-lakinya. Begini katanya:

Setiap kesatria cahaya pernah merasa takut untuk terjun ke medan tempur.

Setiap kesatria cahaya pernah merasa takut untuk terjun ke medan tempur.

Setiap kesatria cahaya pernah, di masa lalu, membohongi atau mengkhianati seseorang.

Setiap kesatria cahaya pernah melangkahkan kaki di jalan yang bukan jalannya.Setiap kesatria cahaya pernah menderita karena alasan-alasan yang paling sepele.

Setiap kesatria cahaya pernah, setidaknya sekali, meyakini bahwa dirinya bukanlah kesatria cahaya.

Setiap kesatria cahaya pernah menyakiti seseorang yang dia sayangi.

Itulah sebabnya dia disebut kesatria cahaya, sebab dia telah melalui semua itu namun tidak kehilangan harapan untuk menjadi lebih baik daripada dirinya yang sekarang.

Kuambil nasihatnya ini dari sebuah buku kumpulan tulisannya dalam sebuah buku berjudul: Kitab Suci Kesatria Cahaya. Mungkin kau juga pernah mendengar namanya, seorang penulis berkebangsaan Brazil, ya dia Paulo Coelho.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s