Kenapa Menulis? – Kenapa Tidak Menulis?

482186355

Kalau ditanya kenapa saya menulis. Saya akan menjawab, karena saya butuh menulis – ternyata. Alasan singkatnya mungkin bisa dijawab dengan dua kata: menata pikiran. Lalu apakah yang tidak menulis berarti pikirannya tidak tertata? Tidak juga sih, hanya saya pikir, setiap orang butuh caranya sendiri untuk menata pikirannya. Salah satunya ya menulis itu.

Meski begitu tidak pernahย sekalipun saya menyebut diri sebagai penulis. Karena tidak pernah ada satu bukupun yang saya hasilkan. Menulis sendiri bagi saya masih hanya menjadi bagian keterampilan dasar yang saya gunakan sehari-sehari. Sama seperti ketika saya berbicara, beranalisis, berlari atau mengendarai sepeda motor. Sampai tadi siang, tiba-tiba saja ada seorang teman yang menyeletuk menyebut saya sebagai penulis. Lalu saya klarifikasi saja saya, ‘cuma suka ngeblog.’ Itupun saya juga masih malu-malu kalau menyebut diri saya blogger. Karena saya merasa tidak ada prestasi yang patut dibanggakan dari curhat saya di blog.

Meskipun begitu, saya selalu merasa ingin menjadi bagian dari komunitas penulis-pembaca di Negeri ini. Kalau boleh jujur, daftar teman saya di Facebook itu bertengger nama-nama penulis, lokal maupun internasional, pria maupun wanita, tua maupun muda hingga saya pro maupun kontra. Bahkan secara jumlah pun hampir mendominasi jumlah daftar teman keseluruhan yang baru saja kemarin tembus 990 orang.

Kalau boleh jujur lagi, saya bahkan malu-malu kalau mau menulis status atau notes di Facebook, karena memang banyak teman-teman di Facebook saya yang penulis. Belum percaya diri untuk menerima saran dan kritik hehe, tapi kalau di blog entah kenapa saya lebih percaya diri ๐Ÿ™‚ . Mungkin, karena mereka belum tentu mau baca curhatan saya di blog, hehe. Mungkin jumlah pembaca blog saya yang sedikit jadi tidak terbebani jumlah pembaca ๐Ÿ˜€

Ditambah lagi kalau untuk berinteraksi atau berkomentar di newsfeed Facebook, serius saya hanya pembaca setia saja ๐Ÿ™‚ seringnya itu menambah jumlah suka saja. Bagi saya newsfeed itu jadi sarana belajar tersendiri untuk mengenal macam-macam tulisan dan analisisnya. Serta, menjadi ladang motivasi bagi saya untuk setidaknya tetap menulis setiap hari. Entah apapun yang tengah kita jalani, sesibuk dan seletih apapun hari yang kita lalui.

Dari mereka inilah saya merasa terus bertambah pintar setiap hari. Saya disuguhi berbagai pandangan terhadap sebuah peristiwa, sebuah konspirasi. Diajak berpikir mendalam, diajak memilah, diajak mengambil sudut pandang baru. Selalu ada wawasan baru meski topik yang kadang-kadang diangkat itu sama setiap kali muncul di beranda Facebook. Ini semua bisa terjadi karena mereka menulis. Dari ilmu-ilmu yang melimpah ini, saya merasa berhutang jika tidak menyampaikannya kembali kepada teman-teman saya. Karena saya punya tanggung jawab pertemanan sebagai bentuk kebermanfaatannya.

Jadi jika ada pertanyaan kenapa menulis? Saya akan jawab Kenapa Tidak Menulis?

Advertisements

3 responses to “Kenapa Menulis? – Kenapa Tidak Menulis?

  1. keren pak! terus menulis ya. Pesan dari Taufik ismail ketika ada diskusi di ulang tahun FLP, “gemar membaca dan pandai menulis, dua hal itu yang tidak dipunyai anak zaman sekarang. Maka, ajarilah anakmu kelak”

    kebetulan mayoritas yang hadir memang pemuda-pemudi, jombloers. hehe. Semacam pengingat juga, bahwa menulis memang salah satu terapi. Saya pernah membuat satu proyek sosial kepada anak tawuran supaya bisa berhenti dengan cara menulis. Sesederhana itu, tapi efeknya luar biasa ๐Ÿ™‚

    • terima kasih apresiasinya mbak ๐Ÿ™‚

      efek baca-tulis memang luar biasa ya, duo aksi yang kalau bisa terus dijalani secara konsisten akan memberi hasil yang membanggakan insyaAllah ๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s