Freelance 101

freelance-work-ftr

Kalau dihitung sejak lulus kuliah, tahun ini jadi tahun kedua saya menjadi freelancer alias pekerja lepas. Tapi, kalau dihitung sejak ‘nyambi’ jaman kuliah, tahun ini sudah memasuki tahun keempat, hehe. Bagi orang awam melihat lulusan teknik sipil berprofesi freelance mungkin itu agak aneh. Tapi bagi kalangan kami sendiri, hal ini sudah biasa-biasa saja, so once more, its about relativity 😀

‘Terus kerjanya ngapain dong?’ 

Nah, pertanyaan itu yang sering terlontar ke saya. Bahkan saya sampai kepikir untuk membuat laman khusus Frequently Asked Questions (FAQ) untuk rekan-rekan yang perhatian (atau kepo 😛 ) dengan apa yang saya kerjakan semenjak lama ini. (Siap-siap dibully, berasa orang penting aja, hehe).

Jadi begini untuk penjelasan pembukanya, posisi freelance saya itu lebih tepatnya adalah menjadi seorang tenaga ahli di studi-studi atau proyek-proyek pemerintah yang diadakan setiap tahunnya. Setahun dua tahun lalu si saya masih menjadi asisten tenaga ahli, baru dua tahun belakangan ini diposisikan dalam kontrak sebagai tenaga ahli.

Setiap tahunnya pemerintah melalui pengadaan terbuka, mengadakan lelang yang diikuti konsultan-konsultan untuk menjadi rekanan pemerintah dalam melaksanakan paket-paket yang mereka rencanakan. Misal Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat ingin melakukan studi dengan judul ‘Studi Kajian Penerapan Kontrak Berbasis Kinerja pada Subsidi Angkutan Penyeberangan di Indonesia’. Melalui skema tender para konsultan itu beradu proposal teknis dan non teknis terkait dengan judul studi tersebut agar ditunjuk sebagai pemenang lelang dan melaksanakan kajian tersebut.

Dalam hal ini konsultan tentu saja tidak bisa bekerja sendiri, mereka memerlukan yang namanya tenaga ahli dalam pengerjaannya. Oleh karena itu, konsultan perlu mencari kualifikasi tenaga ahli yang diperlukan sesuai kontrak. Macam-macam tenaga ahlinya semisal tenaga ahli transportasi, tenaga ahli hukum, atau tenaga ahli ekonomi. Latar belakang tenaga ahli semuanya bisa beda-beda tergantung Terms of References (TOR) kontrak yang ditetapkan di awal.

Jadi kalau secara hirarkinya pemerintah mempekerjakan konsultan, konsultan tenaga ahli, tenaga ahli mempekerjakan asisten tenaga ahli, dan itu saya yang paling terakhir, heuheu.

Yang dikerjakanpun familiar untuk yang pernah berkuliah. Merancang proposal melalui studi literatur, nantinya jika pekerjaan sudah berjalan, kita melakukan rapat inisiasi pertama untuk menyepakati apa yang sepakat tidak sepakat 🙂 lalu ada survey primer ke lokasi studi, analisis data, rapat sana rapat sini, hitung ini hitung itu, cetak laporan, asistensi dengan pemberi kerja, rapat akhir, terus gajian deh hehe.

Singkatnya begitu, masih banyak sih behind the scene jadi seorang freelance di bidang teknik sipil ini, kapan-kapan saya lanjutkan di tulisan yang terpisah. Mau mandi terus lanjut survey sekunder di internet dulu persiapan sebelum survey ke Bandung besok atau lusa InsyaAllah. Terima kasih sudah sudi mampir 🙂

Keterangan Foto; [Kiri Atas] foto ketika survey sekunder ke BPS pusat ini salah satu jadi tempat yang sering dikunjungi, [Kiri Bawah] foto ketika survey di Kalimantan sekitar dua tahun lalu, dan [Kanan] foto survey untuk studi Rencana Induk Perkeretaapian Aceh juga sekitar dua tahun lalu

Gambar featured diambil disini: http://talentgarden.org/en/2015/06/16/gli-8-siti-per-trovare-lavoro-come-freelancer-e-lavorare-dove-ti-pare/

Advertisements

2 responses to “Freelance 101

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s