Puncak gunung es: berpikir sistem

Worth it to read

Systems Thinking

Salah satu konsep yang digunakan oleh systems thinker untuk melakukan analisis adalah “system’s iceberg”. Dengan konsep ini, seorang systems thinker akan melihat bahwa sebuah kejadian (event) mungkin saja tidak berdiri sendiri. Berbeda dengan pendekatan reductionsim (yakni: breakdown masalah besar, cari solusinya satu-satu); systems thinking mencoba melihat permasalah secara holistik, kait mengkait dan memerlukan trade-off.

krl.jpg

source foto: dari sini

Contohnya adalah berita terbaru tentang penumpang KRL: “banyak penumpang KRL yg lebih senang hinggap di atap kereta”. Reaksi dari Perumka? beberapa metode udah dicoba: diteriakin pake speaker – gagal-; ditusuk-tusuk pakai galah -gagal maning-, disemprot-semprot, saya yakin juga tidak akan efektif [mereka nanti akan pake ponco sambil naik KRL, mungkin?].

Bagaimana systems thinker akan melihat permasalahan ini dari konsep system’s iceberg?
Gini lho ceritanya

Systems thinker melihat sebuah permasalahan setidaknya dalam tiga tingkatan: kejadian (event), perilaku (system behavior), dan struktur (underlying structure). Semakin ke dalam, analisis semakin syusyah karena konsep yg digunakan…

View original post 963 more words

Advertisements

One response to “Puncak gunung es: berpikir sistem

  1. Pingback: Decision Making – ‘Pengambilan’ Keputusan? | dediwiyanto·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s