Tentang Adab

Seorang mukmin itu menginginkan untuk saudaranya apa yang dia inginkan untuk dirinya sendiri
(H.R Bukhari dan Muslim)

adab

Tulisan ini adalah pengingat bagi diri saya, dan mungkin juga  untuk pembaca blog ini. Mempelajari ilmu adalah sebuah kewajiban dan adab diperlukan sebagai pondasi awalnya. Masalah yang sering terjadi sekarang adalah adab yang kian diremehkan oleh para pencari ilmu. Bahkan adab semakin tergerus saja dalam interaksi hiruk pikuk ini.

Tulisan ini pun hadir disebabkan karena ketidaknyamanan saya atas kondisi sebuah grup, disebabkan adab yang ditampilkan hampir tidak ada. Bagaimana mungkin sebagai kumpulan orang yang setidaknya secara akademis telah lulus, dan secara kedalaman ilmu agama telah mumpuni. Memberi alasan izin saja tidak bisa?

Baiklah, mungkin kita tidak sempat, tapi apa iya di jaman serba instan, sekedar memberi info sebaris dua baris kalimat saja tidak sempat? Baiklah, mungkin kita lelah, tapi apa iya mengeluarkan energi untuk sekedar mengetik pada telepon cerdas yang senantiasa selalu kita bawa saja tidak mampu? 1000 alasan akan selalu ada untuk siapapun yang memang tidak menaruh niat dan minat pada hal tersebut.

Adab yang sering dilupakan ini bisa jadi adalah bentuk dari ketidaklurusan niat untuk mempelajari ilmu. Jika begitu, sudah jelas bahwa memang tujuan kita mencari ilmu bukan karena Allah yang melatarbelakanginya tetapi ada tujuan lain yang ingin dicapai. Entah harta atau entah ketenaran (riya/sombong) yang menjadi latarbelakang utama. Jika sudah seperti ini, hal pertama yang kita harus lakukan adalah istighfar, memohon ampun. Lalu perlahan, meluruskan niat kembali, terus-menerus pada setiap rehat-rehat proses belajar kita.

Sebetulnya tidak perlu kita membahas dengan susah sampai kemana-mana tentang bagaimana kita harus bisa menerapkan adab. Cukup satu hadis berikut saja sebagai renungan untuk diri kita “Seorang mukmin itu menginginkan untuk saudaranya apa yang dia inginkan untuk dirinya sendiri” (H.R Bukhari dan Muslim). Entah kepada seorang guru, seorang kawan, atau yang lebih muda sekalipun. Jika kita merasa tidak suka diperlakukan seperti itu, maka jangan lakukan.

 Gambar diambil disini: https://thecorner.files.wordpress.com/2011/04/adab.jpg

Advertisements

3 responses to “Tentang Adab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s