Penuh Perhitungan

“Dan terhadap ni’mat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)”.
(QS.Adh-Dhuha(93):11)

but-in-all-chaos-there-is-calculation-74567 (1)

Kalau kata Alfa kepada Merry dalam film Merry Riana, “hidup itu tentang berhitung.” Itu benar adanya. Segalanya harus kita kita hitung, dengan cermat. Apa yang kita kita keluarkan harus sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Jika yang dikeluarkan lebih kecil, itu berhemat namanya. Jika sebaliknya, itu menciptakan masalah baru namanya. Dan ini ini disebut perhitungan pengeluaranan bulanan.

Hanya saja, pada keseharian yang kita jalani, kita lebih sering terperangkap pada perhitungan-perhitungan sejenis itu saja. Kita, tentu saja selalu merasa bahwa perhitungan kita tentang materiil selalu mendapat prioritas utama. Menjadi sebuah tujuan hidup. Bukan berarti kita meninggalkan perhitungan bulanan yang memang selayaknya perlu kita hitung. Hanya saja, jendela pikiran diri, perlu sedikit lagi kita buka, bahwa ada kalkulasi-kalkulasi kasat mata yang berpendar pada diri kita.

Ada yang tampak sebagai angka, hanya bisa kita lihat sebagai cukup, tidak cukup atau lebih. Padahal, angka yang besar tidak menjamin kecukupan. Angka yang kecil tidak selalu tidak mencukupi. Ada hal lain yang bernama keberkahan yang tak mampu kita perkirakan perhitungan. Dia hanya dapat terasa melalui mengenyangkannya makanan yang tampak sedikit dan tak seberapa. Dia hanya dapat terasa melalui kebahagiaan-kebahagiaan yang mengiringi.

Dan bukan berarti lantas kita mengurangi kecermatan berhitung. Ada saat dimana kita harus berhitung tepat agar harta kembali bersih dari hak-hak orang lain yang ada padanya. Ada saat dimana kita harus berhitung cepat agar harta tak mengendap dan mengalir menjadi roda-roda penggerak kemaslahatan masyarakat.

Lalu pada akhirnya kita punya tugas besar sebelum kita mendapat beban besar pertanggungjawaban. Tugas menghisab diri dari segala hal yang kita kerjakan. Tugas menghitung diri dari segala hal yang kenapa tidak kita kerjakan. Sebab, dari yang sedikit tetapi disyukurilah yang akan berlipat. Tak mampu dihitung dengan perhitungan biasa. Karena berkah melipatkan gandakannya, meluaskannya, dan menentramkannya. Maka pada nikmat Tuhanmu, Syukurilah.

Advertisements

One response to “Penuh Perhitungan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s