A Year in Review: Januari

29007_539731449382371_1465246817_n

Begitulah waktu. Bergerak taat, mengikuti rambu. Tak sekalipun berhenti, kecuali melambat (Itupun mungkin bukan waktu, tapi rotasi), karena seorang pemuda yang hormat pada seorang tua. Dirinya adalah sebilah pisau bermata dua. Sisinya berlainan, kontra memberi manfaat atau mudharat. Dan setiap diri, menghisab diri adalah sebuah keniscayaan. Karena, bagaimana mungkin, tanpa tujuan, kita membuat penilaian atas diri apakah hari ini lebih baik dari hari kemarin. Apakah tahun yang akan datang akan lebih baik dari tahun ini. Jika kita tidak mencatat, tidak pula mengingat-ingat.

Januari.

Semangat melimpah, tak terbendung. Empat buku mampu dilahap habis. Diganjar dengan dua puluh postingan blog. Semua impian-impian begitu indah dalam rencana yang siap dieksekusi. Kebutuhan olah-fisik dan olah-batin begitu rutin terpenuhi. Proyek belum ada yang dimulai, sebab seluruh proses administrasi tengah berlangsung. Bulan pengumpulan data dan referensi, bulan merapihkan data-data. Bulan semangat penuh aksi nyata.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s