Movember

10689955_999417903418243_9074520401139939079_nPenghujung tahun sudah di depan mata. Apa kabar resolusi awal tahun? Apa kabar mimpi-mimpi? Sudah adakah yang terealisasi atau justru hilang ditelan lupa? Apapun kondisinya, kita masih punya 2 bulan tersisa di tahun ini. Dua bulan yang akan menjadi begitu berbeda atau masih juga akan sama saja.

Momentum hijrah masih terasa segar. Momen yang tepat meluruskan langkah-langkah kita yang kian berbelok-belok keluar jalurnya. Momen yang tepat memperbaiki niat, menguatkan tekad, membenahi pengetahuan kita yang kian compang-comping. Agar kelak amal tak sekedar amal, tapi diawali ilmu, yang benar dan baik. Sebab ilmu sebelum amal adalah keniscayaan.

Apa yang telah dilalui adalah masa lalu, perlu dievaluasi, jangan terlalu ditangisi. Apa yang akan dilalui adalah masa depan, perlu diprediksi, jangan terlalu dikhawatiri. Sebab, kita hidup pada kekinian yang pada masa tertentu akan menjadi masa lalu, pada masa lainnya adalah sebuah masa depan. Maka kita hanya dapat mengupayakan apa yang terjadi detik ini, sekarang juga.

Tentang niat, ini menjadi sorotan, karena hijrah siapapun akan tergantung niatnya. Apa masih mau menjadi pemuda oportunis yang berhijrah karena seorang wanita yang disebut pada kisah itu? dan terekam pada sebuah hadits arbain yang pertama. Maka, henangkan dirimu barang sejenak, jauhkan keburu-buruan usir ketergasaan, ambil wudhumu, ambil bacaanmu, lalu bacalah.

Tentang rezeki, masih kau risaukan? Tidak risaukah kau pada rezeki yang telah kau habiskan tanpa kebermanfaatan?

Tentang jodoh, masih kau risaukan?

Tidak risaukah kau pada ketidaksiapan ilmumu ketika kelak bahtera rumah tangga kau kemudikan?

Tentang kematian, patutlah kau risaukan. Tersebab tak ada lagi benteng yang sanggup menahan Izrail untuk menghampirimu. Tersebab kau harus mampu menjawab semua pertanyaan Munkar dan Nakir sendiri. Tersebab kau tidak pernah tahu, apakah akan langsung bertemu dengan Ridwan, tanpa melalui Malik. Atau mungkin justru Israfil, yang justru kau hadapi pertama-tama kali, dengan sangkakalanya yang mungkin kita berada di dalamnya kini. Wallahoualam Bishshawab.

Mari kita bergerak, dalam rangka hijrah, dalam rangka pembebasan diri dari segala sifat malas dan takut, dari penghambaan kepada selain-Nya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s