Karena Gunung Pun Tak Hanya Diam

whenlife

Karena kau tahu kan seluruh hal bergerak, bahkan pada lantai yang kau injak sekarang. Hanya saja, kerelatifan telah membuat seakan-akan kau diam begitu saja, di tempat. Gunung kokoh nan perkasa itu juga. Apa masih kau kira dia hanya diam? Bukankah telah sampai padamu tentang bagaiman dia bergera pada lempengan yang berarak layaknya awan. Ah, ku kira kau hanya lupa.

Lalu, kau juga masih mengira bahwa hidupmu hanya begitu-begitu saja? sedih berkepanjangan, bersenang-senang enggan mengingat bahwa matahari besok belum tentu terbit lagi. Pergiliran adalah sebuah niscaya, dia bentuk dari gerak-gerak yang hampir-hampir tak pernah kau amati. Tapi bukankah karena itu kita diciptakan berbeda? untuk saling mengingatkan, saling mengajarkan.

Ujian akan mengiringimu, sepanjang kau bergerak dalam siklus kehidupan. Terkadang dalam bentuk takut, kegembiraan, khawatir, harapan dan seluruh hal. Terutama pada hal-hal dimana kau begitu menyukainya, kau begitu mendamba-dambakannya. Ujian prioritas, apa kau lebih cinta pada ciptaan atau Pencipta. Lalu masihkah enggan untuk mengerti?

Advertisements

2 responses to “Karena Gunung Pun Tak Hanya Diam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s