Allah Plan Is Better Than Our

10462859_508872542578366_4940727676005849093_n

Manusia boleh berencana, Allah yang menentukan. Berapa banyak yang sudah kita rencanakan lalu kita usahakan, kemudian hasilnya begitu jauh dengan apa yang kita perkirakan? Kadang atau mungkin sering, diri merasa, mengapa jadinya begini atau begitu, seakan-akan dunia dan seisinya runtuh, padahal justru hati yang tengah lengah atas mempercayai Allah Sang Pemegang Takdir.

Bukankah terlalu yakin pada usaha sendiri lebih mendekatkan diri kepada kejumawaan? Sampai lupa, bukan pada hasilnya tentang diri kita akan dihisab, melainkan pada proses, pada cara.

Menaruh harapan pada manusia, hanya akan berakhir pada kekecewaan. Ketika setiap manusia hanya menaruh harapan pada Rajanya Manusia, kepastian hakiki lah yang justru didapat. Raja Manusia mempergilirkan kesempatan menang dan kalah, untuk diambil pelajarannya, bukan diambil debu-debu kebencian untuk ditebar diatas-atas hati.

Ada lika-liku yang tak pernah Allah jelaskan kepada hamba-Nya ketika menjalani proses. Sampai pada sebuah titik dengan sendirinya, kesadaran diri terbaik justru mampu menjelaskan maksud dan tujuan dari proses tersebut. Bukankah Allah mengikuti prasangka hamba-Nya?

Ah, tentu saja kita selalu lupa

Dan tentu saja, alasan bahwa ‘lupa’ adalah komponen pembentuk manusia selalu menjadi alasan andalan

Maka pada suatu waktu, Allah bertanya pada manusia: “Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s