Why Blogging?

623df8230e85644b35c9a829b032524b

Blog adalah singkatan dari web log, dalam artiannya catatan online. Perlunya mencatat adalah agar kita ingat. Perlunya online adalah agar ada yang terlibat, dalam hal ini adalah pembaca – baik blogger maupun bukan. Dengan mencatat secara online, berarti kita harus siap dengan keterlibatan orang lain dalam pengalaman yang kita tulis, dengan ide dan pendapat yang kita utarakan.

Saya masih ingat dua tahun yang lalu ketika memulai blogging. Seminggu, dua minggu, sebulan dan sedikit tambahan beberapa bulan lamanya blog ini hampir tak ada pengunjung. Sedangkan saya tahu, harapan dari setiap blogger adalah hadirnya keterlibatan orang lain dalam catatan yang mereka tuliskan. Kalau tidak ada keterlibatan orang lain di dalamnya, maka blog itu tidak lebih dari sekedar buku diari! – yang tentu saja peruntukannya untuk konsumsi pribadi.

Agak bingung  dan harap-harap cemas, kenapa sepi interaksi, tidak ada komentar ataupun sekedar meninggalkan jejak dengan like pun share. Bahkan terlintas bahwa saya gagal sebagai blogger. Hingga pada sebuah kesempatan, saya belajar nge-blog. Ya, saya belajar, bagaimana menjadi blogger. Ranah blog adalah keterlibatan, dengan tulisan saya yg terlalu egosentris, wajarlah kalau banyak pengunjung yang enggan untuk berinteraksi dengan saya sebagai blogger.

Saya mulai belajar menulis bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang lain. Tapi, menulis untuk diri sendiri pada langkah awal blogging is okay. Selanjutnya adalah menaikkan kapasitas diri agar dapat memfungsikan diri sebagai blogger sesuai titel atau peruntukannya, melibatkan para pembaca.

Sekarang kembali pada judul postingan ini: Kenapa harus blogging? Seperti yang sudah dipaparkan tadi, pertama adalah untuk mencatat kedua adalah online agar orang lain dapat terlibat. Dengan mencatat, kita bisa meninjau ulang apa-apa saja yang sudah terjadi dengan diri kita di masa lalu, bahkan catatan yang bertema futuristik (belum terjadi) pun bisa ditulis sebagai resolusi atau agenda.

Kedua dengan akses online, catatan kita bisa dibaca oleh orang lain, artinya ada kolaborasi pengalaman. Pengalaman kegagalan kita bisa menjadi pedoman bagi orang lain agar dapat mengantisipasi kejadian yang mungkin menimpanya. Pengalaman kesuksesan kita bisa menjadi panduan atau tips-tips yang setidaknya mengakselerasi seluk-beluk yang terlihat rumit. Hal yang seperti inilah yang menjadiakan peradaban kita semakin cepat berkembang. Kegagalan orang lain tidak selalu harus menimpa diri kita.

Dan tidak ada yang lebih membahagiakan ketika kita tahu bahwa ada pembaca yang berterimakasih merasa diingatkan atau dijlebkan atas catatan-catatan sederhana yang kita bagikan – yang bahkan sekali-sekali waktu hal itu jg bisa terjadi sebaliknya. Terlebih lagi, blog ini menjadi ladang amal saya menerapkan pesan surah Al Ashr: “Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s