Ahlan Wa Sahlan Maret: Sebuah Evaluasi

1526287_396864420447988_1177994663_n
Selamat datang Maret. Sabtu kemarin, tepat memasuki bulan baru kalender Masehi. Sedangkan untuk bulan baru kalender Hijriyah, yakni bulan Jumadil Awal, akan kita masuki besok malam. Artinya apa? waktu terus bergulir, pertanyaan selanjutnya adalah: apa yang sudah kita lakukan selama waktu terus bergulir tadi? Apakah kapasitas diri sudah ada yg bertambah dari kita, atau datar dan — malah —  biasa2 saja, atau justru berkurang?

Pernah saya tulis di tulisan yg lalu: without a goal, you can’t score — tanpa tujuan/capaian, kita tidak dapat menilai. Bagaimana kita mau menilai apakah kapasitas diri kita bertambah atau berkurang? wong, kita saja tidak pernah menetapkan target apa2. Dalam ranah usaha/ikhtiar tidak ada parameter yg jelas apakah kita telah berusaha maksimal atau belum. Kita sudah semestinya terlepas dari hasil dari usaha yg kita lakukan, tersebab hasil adalah ranah Allah. Dan tentu saja keterkaitan hasil terdapat pengaruh besar dari usaha yg kita lakukan. Tapi sekali lagi, ini tentang kuantitas apa yg kita tambah untuk mendapatkan kualitas hasil. Melayakan diri.

Di awal tahun ini, saya sendiri menetapkan resolusi untuk sejumlah kegiatan. Beberapa diantaranya adalah belajar di coursera, olahraga lari/cardio, membaca buku dan sejumlah aktivitas lainnya. Seluruh resolusi tersebut saya susun berdasarkan evaluasi akhir tahun sebelumnya, dimana saya mengkalkulasi secara kasar bahwa saya memiliki waktu luang yg cukup banyak dari komponen  jam aktivitas kerja dan berkendara yg bisa saya hemat.

Dua bulan sudah terlewati semenjak tahun berganti. Saya memiliki target untuk belajar di coursera sebanyak 12 kali untuk mengunjungi dan belajar di coursera, berolahraga 12 kali dalam sebulan, membaca sebanyak 24 buku dalam setahun ini — yang artinya dua buah buku per bulan, Di bulan Januari, pencapaian belajar di coursera, berolahraga, dan buku yg dibaca berturut-turut adalah 6 kali log-in, 7 kali dan 4 buah buku. Artinya pencapaian belajar saya setengah dari target, pencapaian olaharga saya setengah dari target, dan pencapaian buku yg saya baca dua kali dari target. Sedangkan untuk bulan Februari sendiri pencapaian belajar masih pada jumlah yg sama seperti bulan Januari, pencapaian olahraga saya 11 kali latihan, dan pencapaian buku yg saya baca nol besar 😦

Dari resolusi aktivitas-aktivitas yg saya buat tersebut, rata2 belum ada yg mencapai target. Sampai detik ini saya masih berjuang mencapai target resolusi di awal tahun yg semoga tidak hanya menjadi resolusi yg sama di tahun yg akan mendatang. Tapi, setidaknya, dengan menetapkan goal/target — pencapaian yg kita inginkan. Kita jadi benar-benar dapat mengevaluasi diri kita, apakah kita lebih baik dari hari kemarin? Bukan sekedar evaluasi tahunan yg hanya ‘dirasa-rasa’ sepertinya: “saya begini atau begitu, dan besok mau berubah”. Tapi menjadi: “saya sudah melakukan ini sebanyak itu dan ini sebanyak itu, saya hanya akan meningkatkan dalam hal ini dan atau itu”. Semoga kita selalu ditunjuki jalan yg lurus. Aamiin 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s