Komunikasi Komunitas

428101_195484353926900_1103005731_n

Terlibat dalam banyak komunitas? Tapi sedikit dari komunitas yang begitu benar-benar ‘berkomunikasi’? Tenang, kamu tidak sendiri, terutama jika kamu tinggal di Indonesia. Saya mengikuti banyak sekali komunitas, dari komunitas bertema travelling, open course ware (online learning), ngaji bareng, sampai fotografi khusus kamera hape.

Beberapa komunitas itu ada yg di dalam negeri dan juga luar negeri. Ada komunitas yg berlatar belakang karena kesamaan hobby, keingintahuan atau bahkan ‘komitmen’ yg — mungkin — ‘terpaksakan’. Kesemua hal tersebut pd akhirnya membentuk interaksi yg terjadi dalam sebuah komunitas.

Dari sekian lalangbuana, trial dan error mengikuti dan membuat macam2 komunitas. Menjadi admin, moderator hingga anggota biasa2 saja, sudah saya coba dan jalani. Sejumlah pengalaman merasakan bermacam2 bentuk komunitas dan berperan di dalamnya yg bisa saya simpulkan adalah Respon.

Kualitas komunitas pada akhirnya bisa kita lihat respon dari komunikasi yg ada. Respon orang2 di negeri ini seperti saya, begitu buruk dalam interaksi di sebuah komunitas. Kita terbiasa bertutur wicara ketimbang Berkata-kata Dalam Tulisan. Maka yg cukup sering terjadi adalah banyaknya interval hening dalam obrolan berbasis data berbasis kata-kata yg dituliskan. Kita bingung!

Komunitas yg baik akan terbangun jika penghuninya sadar pada apa yg bisa dia berikan pada komunitasnya, bukan sebaliknya. Sebab komunitas adalah wadah, pengisinya adalah penghuninya. Komunitas bukan seperti pasar yg ada uang ada barang. Komunitas adalah ttg bagaimana kita menjalin, bersinergi, berkolaborasi dan berharmoni. Komunitas adalah ketika yg satu mengingatkan yg lain, dan bagaimana sebuah ide ditambah sebuah ide mampu menjadi ratusan hingga tak terbatas.

Komunitas dan komunikasi tidak bisa dipisahkan. Komunikasi akan membentuk komunitas, komunitas akan membentuk komunikasi. Jika keduanya baik, loop antar-keduanya akan semakin baik. Komunitas akan melengkapi pengetahuan kolektif dari apa yg tidak bisa dihasilkan sendiri. Tersebab komunitas adalah duplikasi ide, rencana dan aksi nyata. Lalu apakah kita hanya akan terus pasif  mau menikmati saja?

#MariMerespon

Advertisements

One response to “Komunikasi Komunitas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s