Buku-buku Baru

abook1

Jadi tadi sore dan malam saya beli buku di Gramed Depok. Kok bisa dua kali? iya soalnya saya dua kali juga ke Gramed sehari ini πŸ˜€ . Sebelumnya saya sedang ada diskusi dengan teman di Juliette Coffe, kedai kopi sebelum Gramed. Berhubungan nggak ada musolla di kedai kopi ini, maka saya solat ashar di musolla Gramed. Selesai solat, saya mampir ke pojok buku-buku obral selantai dengan musolla. Lalu setelah lihat-lihat saya bayarlah buku-buku bagus dengan harga yang dibrandol 10 ribu sampai 30 ribu rupiah. Seperti menemukan harta karun saja πŸ™‚

Sesudahnya saya masih melanjutkan diskusi pelik terkait transportasi, integrasi moda lebih tepatnya. Setelah Β kehabisan ide dan bahan diskusi yang entah kebetulan juga berbarengan dengan habisnya minum dan makanan kami πŸ˜€ . Maka diskusi ini akan insyaallah bersambung lagi di pekan berikutnya. Teman saya pulang dan saya kembali lagi ke gramed untuk solat maghrib. Selepas salam, saya bergegas menuju lantai dua gramed untuk mengeksplorasi, dan sudah bisa ditebak saya kalap mengambil sejumlah buku untuk dibebaskan di kasir.

Maka terbelilah dua buku terkait transportasi, satu buku Creative Writing-nya A.S. Laksana dan 101 Creative Notes-nya Yoris Sebastian. Buku-buku ini pun terseleksi dari beberapa buku yang sebenarnya ingin saya bawa pulang 😦 . Entah kenapa, aura di toko buku ini masih sama dari dulu, menyusuri rak-raknya, menyentuh buku-buku yang tersusun ke samping maupun menumpuk, gradasi warna buku-buku yang berderet kesemuanya ini seperti terapi tersendiri bagi saya. Seperti menghirup udara segar saja di tengah hutan. Tak ada lagi kata-kata yg bisa saya gambarkan dari ‘ritual’ keliling toko buku ini.

Meskipun saya suka random-reading dari buku-buku yg saya beli. Artinya satu buku belum selesai, saya sudah baca lagi buku yang lainnya. Tapi ini mungkin memang cara ‘unik’ saya untuk terus bernafas bersama buku. Dan saya memang tidak ingin buru-buru menyelesaikan semua buku ini. Selalu ada rasa takut dan khawatir ketika hanya tersisa beberapa lembar dari buku yang hampir selesai saya baca 😦 Bagaimana dengan kamu?

Advertisements

5 responses to “Buku-buku Baru

  1. Memang sering kalap kalau melihat buku bagus dengan harga miring. Ketika satu buku terbebaskan dari raknya, selanjutnya buku itu pula yang akan membebaskan hasrat dan pikiran.

    • iya mba wanda, sensasinya itu jadi memori kolektif semua orang sepertinya :p

      cuma nggak dapet sampul gratis kayak di TM, meskipun kalo di TM yg buka plastik buku-bukunya mba/mas penyampul 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s