Jakarta Januari

IMG_6600

Januari berakhir oleh Februari yang telah lebih dulu menyeruak. Bertepatan dengan peredaran bulan baru Rabiul Akhir. Artinya satu bulan telah dijalani dari hari-hari Januari yang penuh hujan. Sebulan yg lalu juga kita berambisi penuh obsesi. Berkata dalam hati: Inilah diriku yang baru. The new me. Seiring hari-hari Januari, resolusi-resolusi sepertinya turut terbilas bahkan digilas bersih oleh air yang menggenang, kendaraan yang seakan tumpang tindih, melintang.  Jakarta Januari.

Impian orang-orang di kota ini sungguh besar. Meski kadang membedakan impian dan mimpi itu susah-susah gampang. Tentu saja impian bukan hanya untuk dikenang, bukan? Jakarta Januari.

Bukankah dapat dillihat ataupun turut di dalamnya. Bagaimana orang-orang kota ini, setelah matahari terkembang, bergerilya menuju rute-rute impian. Meskipun sayang, rute yang ditempuh tak pernah juga bertambah, padahal setiap hari tak kurang ribuan impian baru lahir dan tumbuh berkembang dalam partisipasi  penuh ambisi memenuhi ruang-ruang. Jakarta Januari.

Tentu saja ku yakin bahwa rezeki akan selalu terbentang. Mengisi setiap kehidupan entah besar ataupun kecil, terkenal atapun terpinggir, penuh syukur ataupun pengeluh. Tak pernah Allah melupakan siapapun itu, apapun itu. Hanya saja, mungkin kita lupa bahwa ada kausalitas yg masih terus berlaku. Hanya saja, mungkin kita lupa bahwa air terus menerus mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah. Hanya saja, mungkin kita lupa bahwa ruang terbatas oleh kapasitas. Jakarta Januari.

Satu bulan berlalu. Satu tahun berlalu. Satu dasawarsa berlalu. Tak perlu lama satu abad akan berlalu. Tak cukupkah waktu itu untuk sejenak berpikir, bagi manusia yang mau dan mampu untuk berpikir? Jakarta Januari.

Sayangnya pilar-pilar kota ini seperti tembus pandang! tergerus tak ada yang tahu, berkarat tak ada yang tahu, runtuhpun tak ada yang mau tahu. Lalu, memangnya atapnya tidak akan meniban seluruh orang di bawahnya? Jakarta Januari.

Belumkah cukup tanda-tanda sebagai pengingat, bagi orang-orang yang mau tahu terlebih lagi peduli? Bodohkah jika kukatakan bahwa rumah ini ditopang oleh masing-masing orang yang memiliki pilar. Semakin rusak satu pilar, semakin cepat atap ini runtuh. Dan kukatakan bahwa akhirnya semua orang terlibat dalam menopang atap bangunan rumah ini. Jakarta Januari.

Pada akhirnya, perkara ini hanya masalah cepat atau lambat. Dan sepertinya sudah menjadi rahasia umum  bahwa setiap pilar-pilar orang kini tengah berakselerasi maksimum kerusakannya. Penyangkalan ternyata masih lebih besar penyadaran. Setiap amal yang bermanifestasi dalam aksi. Maka pinjaman doa nabi Ibrahim yang dapat kuandalkan untuk kurepitisi. .

“Ya Tuhan kami terimalah amalan kami sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Mengetahui, dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau penerima taubat lagi Maha Penyayang.”

Jakarta Januari.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s