One Day Digital Life

04.30 pagi. Bangun, mematikan tombol snooze, melihat notification(s). Tahukan benda apa yang masih tepat di sampingmu ketika hendak tidur dan akan bangun? Solat dilanjutkan membaca Qur’an (yang bukan digital, terus buat apa kemarin sibuk2 download, hehe).

05.00 pagi. Saya menyalakan laptop dan -langsung- online. Membuka Google Calender, Gmail, WordPress reader dan juga Facebook (dan hampir saja selalu ada yang sudah lebih dulu online. okey). Sambil mengecek aktivitas yg harus saya lakukan hari ini dan melihat agenda pekan atau bulanan yg paling dekat, sambil mengecek juga email-email yang sudah ber-multitasking sesuai kategorinya. Lalu melihat-lihat judul-judul postingan teranyar yg mungkin saja ada yg menarik bagi saya untuk dibaca dari newsfeed blog (satu kalimat ini bisa diringkas menjadi blogwalking, tapi tentu saja kita tidak mengharapkan kalimat ini hanya terdiri dari satu kata bukan?). Akhirnya keseluruhan ritual ini membutuhkan waktu yang — hampir selalu sama setiap paginya — selama satu jam. Ini termasuk switching antara mouse, segelas kopi panas dan (kadang) satu-dua potong roti.

06.00 pagi. Ini adalah salah satu aktivitas non digital yang rutin harus saya kerjakan sepanjang hari sekolah anak SMP. Mengantar adek. Mengantar ke sekolah kemudian balik lagi sampai rumah, butuh waktu 30 menit bolak-balik. Sudah termasuk dengan macet, selip kanan selip kiri, senggol depan kesenggol belakang dan riwehnya aktivitas pagi Para Sang Pengantar.

06.30 pagi. Setelah melihat-lihat dan memilih-milih judul-judul anyar dari blog yg bersliweran. Satu sampai dua jam ke depan saatnya untuk membaca. Kalau terinspirasi, satu jam baca satu jam blogging. Kalau lagi nyari sensasi, dua jam full buat blogging.

8.30 pagi. Mandi, solat, cari cemilan di dapur, chat di WA, chat di FB, Skype-an (jarang pakai banget), bikin status yg – semoga – menginspirasi, like dan komen di FB, dan ritual ‘pagi’ lainnya. Dan cangkir berisi kopi sudah memasuki ronde kedua.

10.00 pagi. Ok. It’s time for working or surfing we call it. Hehe. Cari berbagi literatur, data statistik, progress, berita terkait, perundangan terkait, pedoman terkait, laporan terkait, catat ini catat itu, ketik ini ketik itu, analisis ini, analisis itu dan kalau tidak ada yang mesti dikerjakan. Tivi siap menanti. Selalu menyenangkan menonton Scam City dan Street Food Around The World. Sisi lain berplesir yang selalu unik! atau kalau episodenya masih sama selalu ada youtube!

12.00 siang. Solat, ngaji, baca buku atau ebook, makan dan tidur siang 😀 (sekarang jadi tahu 2 kg berat tambahan ini darimana).

13.30 siang. Seluruh aktivitas yg direpetisi sama persis dengan jam 10.00 pagi 😉

15.30 sore. Menghabiskan kopi yang entah sudah cangkir keberapa. Solat, persiapan untuk lari dari kehidupan (olahraga maksudnya)

16.00 sore. Perjalanannya sendiri butuh waktu 30 menit. Zzzz.

16.30 sore. iPod sudah siap, headset sudah terpasang, History Channel sudah terpampang dengan Mankind Story of All of Us sebagai sajiannya (caution: sejarahnya mungkin banyak yg disimpangsiurkan, jadi mesti baca2 lagi berbagai referensi sejarahnya, kan nggak mau juga kan dibilang nenek moyang kita monyet atau lebih mundur lagi plankton yg kaya di SpongeBob, hehehe). Dan pelarian 5 kilometer pun kita santap 🙂

18.15 malam. Mandi, solat, kembali ke peraduan.

19.00 malam. Nah, ini sesi jadi guru nih. Ngajar adek. Durasinya bisa setengah jam sampai sejam tergantung gencatan senjatanya, hahaha 😀 Pokoknya diupayakan nggak terjadi yang namanya pecahnya perang dunia ketiga, hehehe. Solat ditengah-tengah, diakhiri nagih setoran si adek.

20.00 malam. saatnya ber-MOOC Massive Open Online Course. Menyimak streaming video lecture dari sejumlah course yang diikutin, ngerjain quiz, ngerjain tugas, diskusi, baca ini tulis itu, baca itu tulis ini, pokoknya jadi lifelong learner deh.

22.00 malam. Nah, ini saatnya mengakses akun2 pencatatan (log) bukan cuma log, tapi juga timelog (pakai slimtimer) yg dipakai untuk mencatat seharian ini udah ngapain aja, yg diakhir pekan bisa kita evaluasi seminggu ini tidur udah seberapa kebonya, hehe. Ada juga moneylog (pakai ngaturduit.com) yg dipakai untuk mencatat seluruh transaksi harian kita, yg diakhir pekan bisa kita evaluasi seminggu (biasanya bulanan) pengeluaran terbesar apa aja dan berapa terus pemasukan kita darimana aja dan berapa jumlahnya. Pencatatan-pencatatan kecil setiap hari seperti ini nih yang akan mempermudah kita memantau segala input-output yang terjadi dalam keseharian kita. Yang nantinya bisa jadi parameter kesuksesan berhemat anggaran dan mengoptimalkan waktu.

23.00 malam. Membaca sampai ketiduran, hehehe. Ini obat paling mujarab deh pokoknya yang ngaku-ngaku punya insomnia :p sembari menunggu kantuk menerjang, nikmat mana lagi yg kita dustakan dari membalik halaman2 kertas yg berbau kayu dan penuh dengan ilmu pengetahuan penggugur kecemasan dan keraguan. Barakallah 😀

(P.S seluruh kegiatan diatas tidak melulu dikerjakan sama setiap harinya, ada kombinasi disana-sini tapi tidak mengurangi esensi kehidupan digital penulisnya, pun malas turut berpartisipasi ditengah-tengah aktivitasnya :D)

*mulai nge-blog di hari Minggu dan ke-publish di hari Senin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s