monolog

hasil yg sudah ada di depan matamu lah kenyataan berwujud sekarang. mau dikata-katai seperti apapun juga tidak akan langsung berubah. maksudku, keluhan dan kemarahanmu itu hanya memperjelas lagi  saja kenyataan buruk yg harus dihadapi. itupun jika kau siap. kalau tidak, kau hanya akan mengulang lagi siklus yg sama. apa kau tidak bosan?

coba kau diam barang sejenak. lihat apa yg ada di belakangmu, tengok samping kanan-kirimu, perhatikan apa yg ada di bawah juga atasmu. jangan hanya menatap terus ke depan, itupun dengan pandangan kosong. memangnya telinga di kanan-kirimu tidak ada maksudnya?

apa susahnya kau berhenti barang sejenak? kau hanya melaju tanpa arah, seandainya kau ini besaran (satuan), memangnya kau hanya mau menjadi besaran skalar yg nilai tanpa mau menjadi vektor berisi nilai dan arah. kau takut kalau orang-orang itu menyusulmu? memangnya kau hanya mau memenangi hal kecil berupa pertempuran ketimbang hal besar berupa perang? hei, cobalah definisikan masalahmu dgn jelas, itu sudah menyelesaikan setengah dari solusimu!

Advertisements

One response to “monolog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s