Menunda

Menunda pada akhirnya berujung pada menumpuknya banyak hal. Hal apapun yang kita tunda pada akhirnya menuntut kita untuk diselesaikan. Menunda hanya menjadikan kita lebih letih lagi pada akhirnya, sebab dengan waktu yang sedikit harus menyelesaikan hal yang sudah kadung banyak tersebut.

Menunda bisa karena malas, bisa karena tidak ada waktu. Dan alasan pertama rasa-rasanya lebih sering alasan andalan kita mengerjakan sesuatu. Pada akhirnya kita terlebih sering memilih untuk menghindari tumpukan hal-hal yang kita tunda tersebut. Tanpa sadar kesempatan kita untuk menempa dan melatih diri turut juga menghilang seiring dengan penundaan-penundaan yang kita lakukan. Lalu pada akhirnya kita merasa tidak pernah siap pada tingkat kesukaran hidup lainnya yang harus kita jalani.

Advertisements

2 responses to “Menunda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s