Resolusi Membaca 2.0: “Battle of The Bookworms” [Lanjutan]

“If you don’t have time to read, you don’t have the time (or the tools) to write. Simple as that.”
― Stephen King

Data dan Fakta

Sebelum memulai postingan ini, saya sudah hampir dua jam berselancar untuk mencari apapun yang berkaitan dengan infografik minat baca di Indonesia. Hasilnya nihil. Saya menyerah untuk mencari data yang mudah dilihat sekedar untuk perbandingan. Alhasil, saya carilah di Google dengan kalimat kuncinya ‘countries reading the most’. Kemudian terhubunglah saya dengan laman dari situs http://www.theguardian.com yang berdomisili di Inggris. Laman yang berjudul “Pisa 2012 results: which country does best at reading, maths and science?” ini memberikan fakta berupa infografik yang tertuang dalam Grafik 1.

PISAFULLLITERACYWEB

Grafik 1 Perbandingan Penilaian Kemampuan Matematika, Membaca dan Ilmu Pengetahuan

Grafik 1 memperlihatkan perbandingan negara-negara di dunia dalam kemampuan dasar bidang matematika, literasi, dan ilmu pengetahuan. Indonesia berturut-turut menempati posisi ke-64 untuk matematika, ke-61 untuk membaca, dan ke-64 untuk ilmu pengetahuannya. Kalau dilihat sekilas, ketiga kemampuan tersebut hampir selalu beriringan, sehingga mungkin bisa kita katakan bahwa membaca memiliki peranan penting dengan kemampuan di bidang lainnya.

Kemudian pada kesempatan lain saya berselancar, perbandingan rasio pembaca di Indonesia adalah seperti yang saya kutip berikut: “berdasarkan data Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan Nasional RI tahun 2012, Indonesia sebagai negara berpenduduk 165,7 juta jiwa lebih, hanya memiliki jumlah terbitan buku sebanyak 50 juta per tahun. Artinya, rata-rata 1 buku di Indonesia hanya dibaca oleh 5 orang. Ini kebalikan dari Amerika, dengan jumlah penduduk mereka yang berkisar 285,5 juta jiwa, mereka memiliki jumlah terbitan buku sebanyak 1 miliar per tahun! Artinya, satu orang Amerika rata-rata membaca 4 sampai 5 judul buku.” dari sebuah laman web lokal.

Menghadapi Fakta

Pertama yang harus persiapkan adalah berani menghadapi kenyataan. Meskipun data bukan berarti segalanya, data tetap memegang peran penting dalam pengolahan informasi yang kita butuhkan. Perintah membaca yang berakar dari kata kerja qara’a berarti menghimpun. Himpunan huruf yang membentuk kata, himpunan kata yang menjadi kalimat, himpunan kalimat berpadu pada struktur bacaan. Dimana arti dari qara’a sendiri memiliki banyak ragam yang antara lain: menyampaikan, menelaah, mendalami, meneliti, mengetahui ciri-ciri sesuatu.

Hingga pernah seorang penyair berkata “Kehidupan jiwa adalah konsep dan makna, bukan yang engkau makan dan minum”. Faedah membaca oleh Aidh Al Qarni dihimpun pada karya apik dalam sejumlah poin berikut:

  1. Membaca dapat mengusir perasaan was-was, kecemasan dan kesedihan
  2. Membaca dapat menghindarkan seseorang agar tidak tenggelam dalam hal-hal yang batil
  3. Membaca dapat menjauhkan kemungkinan seseorang untuk berhubungan dengan orang-orang yang menganggur dan tidak memiliki aktivitas
  4. Membaca dapat melatih lidah untuk berbicara dengan baik, menjauhkan kesalahan ucapan, dan menghiasinya dengan balghah (penyampaian yang jelas) dan fashahah (fasih)
  5. Membaca dapat mengembangkan akal, mencerahkan pikiran, dan membersihkan hati nurani
  6. Membaca dapat meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan daya ingat serta pemahaman
  7. Dengan membaca, orang dapat mengambil pelajaran dari pengalaman orang lain, kebijaksanaan kalangan bijak bestari dan pemahaman ulama
  8. Mematangkan kemampuan seseorang untuk mencari dan memproses pengetahuan, untuk mempelajari bidang-bidang pengetahuan yang berbeda, dan penerapannya dalam kehidupan nyata
  9. Menambah keimanan, khususnya ketika membaca karangan kaum muslimin. Sebab buku merupakan; pemberi nasehat yang paling agung, pendorong jiwa yang paling besar, dan penyuruh kebaikan yang paling bijaksana
  10. Membaca dapat membantu pikiran agar lebih tenang, membuat hati agar lebih terarah dan memanfaatkan waktu agar tidak terbuang percuma
  11. Membaca dapat membantu memahami, proses terjadinya kata secara detil, proses pembentukan kalimat, untuk menangkap konsep dan untuk memahami apa yang berada dibalik tulisan

Books Vs E-books

Kalau untuk kedua bentuk fisik bacaan ini sepertinya tidak perlu penjelasan yang panjang, cukup diwakilkan dengan infografik tentang perbandingan keduanya. Sampai sekarang, keduanya masih memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Saya sendiri masih bertransisi menjadi e-reader di masa mendatang. Bahkan, kombinasi dari menjadi pembaca konvensional (paperbook) dan pembaca digital (e-book) bisa menjadi pilihan alternatif yang sexy. Berikut infografiknya.

2

Grafik 2 Books vs E-books

E-Book-Nation-800


Grafik 3 E-book Nation Overview

[Mungkin Bersambung]

Advertisements

4 responses to “Resolusi Membaca 2.0: “Battle of The Bookworms” [Lanjutan]

  1. kalau di US/luar negri sebenernya ga bisa dibandingkan di indonesia. ngga head to head. mereka dari SD udah dikasi assignment untuk membaca buku, write a review,suruh kasih argumentasi dari suatu buku dll. jadi kalau naik kereta api, nunggu bis udah biasa megang buku. walaupun sejak ada ipad dll kecenderungan beli ebook makin tinggi – berdasarkan amazon.com yang pembeliannya paling tinggi dari ebook. nah kalau dibandingin kita yang dari kecil ngga ditanamkan habit membaca dari sekolah ya, kita lebih prefer browsing social media makanya secara survey penggunaan social media kita termasuk yang tinggi dibandingkan negara2 lain dan tingkat membaca kita rendah 🙂

  2. butuh waktu buat menyadarkan betapa membaca itu sangat penting kepada rakyat kita.
    5 tahun ke depan bisa jadi cerah, melek huruf menunjukkan kita berjalan maju.
    book vs e-book, jelas enakan baca dengan book.

    • Iya, betul mas, menjadi PR besar dan panjang untuk setiap orang. Waktu yang tidak bisa sebentar untuk menanamkan budaya tersebut. Saya juga masih lebih prefer buku fisik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s