Resolusi Tahun Baru 2014: Waktu Luang!

Iseng-Iseng

Ceritanya saya lagi iseng ingin tahu berapa jam saya melakukan sejumlah aktivitas selama setahun. Hitung-hitung, sekalian ingin buat resolusi untuk tahun baru ini. Lalu saya buatlah tabel excel-nya untuk mengakomodasi keisengan saya tersebut. Tapi yang saya hitung ini adalah perhitungan standar dengan asumsi saya bekerja di kantor dengan jarak menengah sepanjang hari kerja Senin sampai Jum’at. Berhubung pekerjaan saya termasuk antimainstream, maka jadwal kerja dan aktivitas pendukungnya pun tidak bisa dirutinitaskan seperti jam-jam kerja pada umumnya. Tapi, agar lebih mudah, saya buatlah kalkulasi berdasar jam kerja normal saja. Berikut coret-coretannya.

tabel 1

Coret-coretannya saya kalkulasi di Tabel 1 dengan judul Uraian Aktivitas dan Durasinya. Ada delapan aktivitas besar yang hitung dari kegiatan rutin yang dikerjakan selama hampir setiap hari selama setahun. Mulai dari tidur sampai surfing internet, sedangkan di luar dari itu saya kategorikan di komponen waktu luang. Waktu luang saya jadikan komponen tersendiri karena kegiatan ini benar-benar relatif tergantung dari setiap orang. Untuk perhitungan hari liburnya berdasarkan asumsi-asumsi berikut.

jumlah hari libur

Peringkat Penggunaan Waktu

Setelah didapat jumlah durasi total masing-masing komponen aktivitas, lalu dibuatlah peringkat beserta proporsinya dalam jumlah persen dalam bentuk tabel dan grafik pai berikut.

tabel 2

Grafik 1

Dari Grafik 1, kita bisa lihat bahwa ternyata 3 komponen terbesar dalam waktu yang kita gunakan selama setahun itu adalah untuk bekerja, tidur dan waktu luang. Tentu saja tidak benar-benar tepat seperti itu, tapi seperti yang saya bilang di awal, ini adalah kalkulasi untuk skenario normal yang ada. Untuk meningkatkan produktivitas hingga kapasitas diri — atau mungkin juga kolektif — maka ada sesuatu yang harus kita ubah atau konversi sebagai kompensasi dari penggunaan waktu tersebut.

Komponen bekerja rasa-rasanya sulit diubah, jika kita terikat pada kontrak kerja yang mengharuskan kita bekerja selama 8 jam per hari atau 40 jam per minggu. Kemudian jika melihat komponen berkendara pun sebetulnya itu adalah turunan dari komponen bekerja yang berada di atasnya. Sebab pekerjaaan menentukan jarak tempuh, dan jarak tempuh menentukan waktu tempuh berkendara.

Komponen tidur juga rasa-rasanya sulit diubah, sebab bagaimanapun tubuh memerlukan tidur dengan waktu yang cukup agar benar-benar sehat dan fit atau bugar kembali. Jika waktunya dikurangi, kompensasinya adalah lelah sampai sakit atau jika tidak mau sampai ke kedua efek tersebut kita harus mengganti jumlah tidur tersebut di jam yang lain, yang artinya kita tetap memerlukan jumlah tidur yang sama dalam seminggu. Hanya mungkin kita membayar kompensasi tidurnya pada hari Sabtu atau Minggu. Maka mengutak-atik kedua komponen tersebut menjadi sukar. Kecuali memang nekad untuk ganti pekerjaan atau sakit. Oleh karena itu, komponen yang paling masuk akal untuk diutak-atik adalah waktu luang.

Waktu Luang

Setiap orang pasti punya komponen waktu luang yang berbeda-beda, durasinya bisa terletak terpencar-pencar antar komponen aktivitas atau terkumpul di awal atau akhir hari. Nah, waktu luang ini yang memegang komponen penting dalam meningkatkan produktivitas seseorang. Sebab seperti pembahasan yang sebelumnya telah dibicarakan, bahwa komponen yang paling masuk adalah komponen aktivitas waktu luang ini. Kalau dalam sehari akan terlihat kecil efeknya, tapi kalau dikumpulkan jadi setahun, dua tahun bahkan lima sampai sepuluh tahun  efeknya bisa sangat besar  entah itu sebagai invidu hingga — bahkan– bagi sebuah bangsa.

Hal ini juga yang diingatkan Rasulullah melalui sebuah haditsDari Ibnu Abbas, dia berkata: Nabi bersabda: “Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, (yaitu) kesehatan dan waktu luang”. [HR Bukhari, no. 5933].

Bagaimanapun juga, seperti yang telah kita ketahui bersama — atau belum (?)– bahwa kita (manusia) adalah makhluk yang merugi. Himbauan ini jelas-jelas tertuang dalam Al-Quran: 1. Demi masa 2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian 3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. [Al Ashr: 1-3]

waktu luang

Karena lihat saja, dari total jam setahun yang berjumlah 8760 jam. Komponen waktu luang mempunyai jumlah 1277,5 jam selama tahun atau setara 53,2 hari. Komponen waktu luang ini yang paling mungkin diutak-atik untuk bisa dikelola. Sebab komponen aktivitas yang lainnya cukup sulit jika mau diutak-atik, seperti yang sudah saya bilang tadi, jika kita mau nekad untuk ganti pekerjaan atau sakit.

Menjadi hal penting yang harus kita perhatikan secara seksama adalah himbauan dari hadits di atas, waktu luang ini adalah tipuan! Kita tidak sadar kalau kita menggunakan sumber daya ini begitu boros kita habiskan untuk aktivitas-aktivitas berprioritas kurang penting sampai tidak penting lainnya. Untuk itu, kita benar-benar harus berpikir ulang dalam resolusi kita pada tahun berikutnya untuk mau meluangkan waktu kita dalam mengelola waktu luang kita setahun kedepannya!

[Mungkin Bersambung]

Advertisements

5 responses to “Resolusi Tahun Baru 2014: Waktu Luang!

  1. Pingback: Resolusi Belajar 2.0: “Use it or Lose it” [Lanjutan] | dediwiyanto·

  2. Pingback: Ahlan Wa Sahlan Maret: Sebuah Evaluasi | dediwiyanto·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s