Otak Adam. Otak Hawa. Battle of the Sexes.

Baru akhir-akhir ini saya serius untuk mengajar adik saya. Dulu-dulunya jarang, karena di setiap sesi belajar akan diakhiri bersitegang. Kalau tidak marah-marah, bersuara keras, yang jelas ujung-ujungnya berantem. Dan sepertinya hal ini yang sering terjadi di banyak keluarga, antara sang kakak dengan adiknya. Saya sendiri tidak tahu kenapa. Meskipun tidak sedikit juga yang berhasil menciptakan synergi transfer ilmu yang baik dari sang kakak ke sang adik. Tapi dalam kasus saya, ini sungguh jauh dari ukuran berhasil.

Apakah karena umur yang beda cukup jauh — 11 tahun 1 bulan, atau karena gender kami berbeda — Saya laki-laki, adik saya perempuan. Sampai posting-an ini terbit, saya masih belum tahu jawabannya. Tapi yang pasti, sekarang saya mencoba untuk lebih sabar dan cerdik ketika sedang mengajar. Meskipun pengalaman masa lalu saya lebih sering frustasi kalau mengajar, frustasi dengan teknik mengajar saya, pun frustasi juga kalo yang diajar tidak bisa menangkap maksud saya. Ketimbang ditambah yang diajar juga ikut frustasi, malah jadi sesi frustasi bersama, seringkali  sesi belajarnya saya hentikan dan pemahaman yang disampaikan jadi setengah-setengah.

Kemudian, belum lama saya menonton program acara Brain Games di saluran National Geographic. Acara ini mengupas tuntas tentang sistem dan cara kerja otak manusia. Salah satu episode yang saya tonton bertema “Battle of the Sexes”– pertarungan lawan jenis. Pada episode ini, dibuat kompetisi antara pria dan wanita, untuk melihat bagaimana sistem kerja otak pada masing-masing. Acara ini bukan bertujuan mencari otak terbaik dari salah satu gender melainkan untuk memaparkan bagaimana kaum Adam dan Hawa menggunakan ‘special gift’ pada diri masing-masing dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Bahkan pada tingkat jauhnya, mempergunakan kemampuan masing-masing untuk bersynergi dengan lawan jenisnya.

Pada salah bagian episode menampilkan sebuah kompetisi menyusun ulang bagasi belakang mobil — satu bagasi berisi penuh benda-benda untuk masing-masing, Adam dan Hawa. Mereka diberi waktu satu menit untuk melihat dan mempelajari susunan benda-benda yang memenuhi isi bagasi. Setelah itu, benda-benda di belakang mobil akan dibongkar, dikeluarkan seluruhnya keluar bagasi. Dan pertandingan dimulai dengan  timer yang dinyalakan — untuk mengitung waktu yang diperlukan masing-masing kompetitor — dalam menyusun ulang susunan isi bagasi, sesuai keadaan awal.

Kompetisi ini dilakukan beberapa kali, pemenangnya masing-masing bergantian dari pihak Adam dan pihak Hawa. Ditengarai bahwa ketika pihak Adam berhasil menyusun ulang isi bagasi, Sang Adam menggunakan kemampuan spasialnya untuk mempelajari volume ruang bagasi, ukuran masing-masing benda, struktur dan pola di dalamnya. Dari pihak lawannya ketika berhasil pada kesempatan lainnya dalam memenangkan kompetisinya adalah Sang Hawa menggunakan kemampuan memorizingnya untuk menghapal susunan benda-benda yang memenuhi isi bagasi sedari awal.

Dari kompetisi ini, kita tidak perlu melihat apakah kemampuan spasial atau memorizing yang lebih baik dari ‘special gift’ yang telah terpatri pada laki-laki dan wanita pada umumnya. Melainkan pada kondisi mana, kemampuan tersebut dapat memberikan hasil yang maksimal pada setiap permasalahannya. Bahkan pada level tingkat tingginya adalah mampu mensynergikannya menjadi sebuah harmoni dalam memajukan peradaban manusia.

Kemudian dari hal ini saya jadi berpikir tentang sistem pendidikan yang ada: Cara mengajar di Sekolah. Apakah apabila seorang guru yang mengajar di sebuah kelas misalnya ada seorang wanita, maka secara naluriah metode yang diajarkannya adalah dengan cara menghapal pelajaran yang ada? Atau ketika gurunya seorang laki-laki akan juga sebaliknya. Ini baru dilihat dari salah satu sisi. Belum berbicara dengan delapan jenis kecerdasan yang berbeda, faktor lingkungan, dan berbagai faktor lainnya yang mempengaruhi perkembangan peserta didik.

Pada akhirnya, secuil paham pembelajaran saya sebagai seorang kakak, saya masih belum mampu menjadi seorang kakak yang baik dan profesional untuk mampu menjawab dan menjelaskan  PR Fisika berkaitan tentang Kalor. Keep Calm and Stay Learning.

“Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda.” Al Lail: 4

“Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya.” Ar Ra’d: 17

12217-2-7

Advertisements

2 responses to “Otak Adam. Otak Hawa. Battle of the Sexes.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s