Berpikir Sistem | System Thinking| Kepakan Sayap Kupu-Kupu

Judul posting-an kali ini berjudul Berpikir Sistem. Sebetulnya sih, udah dari lama saya mau nulis tentang Berpikir Sistem ini, tapi baru terwujudnya sekarang — justru di tengah-tengah deadline yang mendera *lebay* — dan rencananya malah mau saya buat serial *diluar ekspektasi* *lebay lagi*. Jadi Berpikir Sistem ini adalah salah satu mata kuliah saya dulu, dan entah kenapa saya begitu jatuh cinta sama mata kuliah yang satu ini. Saya juga enggak tahu ya, kenapa saya suka sama mata kuliah yang satu ini, pokoknya suka aja gitu, enggak ada penjelasan apa-apa. Love is still love, right? even you have no reason. Hehe.

Ya mungkin, kalau memang harus dipaksain harus ada alasannya, karena mata kuliah ini seperti ngomongin masalah kehidupan kali ya. Berhubung saya suka hal-hal yang berbau filosofi makanya saya suka, deh! 😀 Nah, sekarang saatnya nih kenalan sama si Berpikir Sistem. Jadi berpikir sistem itu sederhananya adalah kita berpikir secara sistem. lho gitu aja? Iya, Hahaha.

Nggaklah, kalau kata Berpikir-nya sepertinya kita sudah sepakat paham ya. Mungkin yang harus saya paparkan disini adalah kata Sistem-nya. Biasanya sering terjadi illusion knowledge nih ketika kita merasa sudah paham arti sebuah kata atau pola kerja sebuah mekanisme. Kayak misalnya aja kita seakan-akan tahu kerja resleting, tapi ketika disuruh ngejelasin, ternyata kita enggak tahu sama sekali (iya khan?) :3

Tapi tenang aja kok, enggak cuma kamu, banyak orang yang terjebak sama illusion knowledge diri kita masing-masing, termasuk saya! 😀 Seakan kita sudah paham nih Berpikir Sistem itu seperti apa. Mungkin ada yang kepikiran, “Ya gitu, berpikir secara sistemik, keseluruhan.” Enggak salah-salah juga sih sebenernya dijawab kayak gitu, tapi kurang tepat. Coba deh dicek di KBBI Online. Nah udah tahu kan? Atau malah masih belum tahu, soalnya males dibaca karena kepanjangan. Hehehe.

Jadi, Sistem itu punya lima karakteristik. Pertama, sistem memiliki komponen-komponen. Kedua, komponen-komponen ini memiliki batasan. Ketiga, komponen-komponen ini membentuk pola tertentu. Keempat, polanya ini membentuk karakteristik yang unik. Kelima, sistem memiliki tujuan, pola yang terbentuk tadi untuk mencapai tujuan dari si sistem.

Nah, berangkat dari sinilah nanti kita akan banyak bicara yang namanya hukum sebab-akibat, sistem dinamis, sustainable development, sampai ke sebuah film Butterfly Effect. Pokoknya dijamin seru deh! Nantinya kita juga akan bisa memprediksi, Apakah kepakan sayap kupu-kupu di Brasil menyulut angin ribut di Texas? Sounds weird,kan? tapi emang disitulah serunya berpikir sistem, kita dikondisikan untuk bukan berpikir out of the box (di luar kotak) lagi tapi justru poke the box (mengutak-atik kotak). Untuk kali ini sekian dulu ya, akan dilanjutkan di posting-an berikutnya. Insyaaallah bisa ketemu lagi. See ya! 😉

72cfb22f25d501f1f60de5d379139660

sumber gambar (http://behance.vo.llnwd.net/profiles5/233218/projects/3130233/72cfb22f25d501f1f60de5d379139660.jpg)

Advertisements

One response to “Berpikir Sistem | System Thinking| Kepakan Sayap Kupu-Kupu

  1. Pingback: Decision Making – ‘Pengambilan’ Keputusan? | dediwiyanto·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s