Aku ini hamba-Mu

Sebetulnya aku ini hamba-Mu yang tidak tahu malu

Di saat kini lemah dan sakit, tiba-tiba saja aku baru mengingat-Mu dengan sangat

Kemana saja aku kemarin, berdiri tegap dengan muka jumawa, seakan-akan tak butuh siapa-siapa

Sebetulnya aku ini hamba-Mu yang tak tahu berterima kasih

Di saat kini sendiri di temani sepi, Engkau telah lebih dulu dekat daripada urat leherku sendiri

Kemana saja aku kemarin, bersibuk diri dengan urusan manusia, seakan-akan hidup dunia ini abadi saja

Sebetulnya aku ini hamba-Mu yang tak tahu diri

Di saat kini gelisah dan kecewa, Engkau terlebih dahulu mengatakan, bahwa mengingat-Mu adalah sumber ketenangan

Kemana saja aku kemarin, merasa tenang dalam naungan dunia, seakan-akan akhirat hanya wacana saja

Jakarta, 9:32 PM, Hari ke 25 Bulan Sepuluh Tahun 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s