Rezeki Waktu Luang

Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Nabi bersabda: “Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, (yaitu) kesehatan dan waktu luang”. [HR Bukhari, no. 5933].

Pekan ini saya memiliki waktu luang. Beruntung sekali saya diberi rezeki ini. Hanya saja, saya merasa bodoh dengan tidak bersyukur mengelola rezeki waktu ini. Saya gunakan rezeki ini dengan berlama-lama surfing di dunia maya dan menonton download-an film. Padahal ada banyak kebermanfaatan yang seharusnya bisa kelola dengan kenikmatan rezeki waktu ini.

Seharusnya dengan kesadaran tinggi saya paham bahwa setiap rezeki akan dimintai pertanggungjawabannya. Layaknya rezeki harta yang nantinya akan dihisab, digunakan untuk apa saja. Maka begitu juga rezeki waktu luang pun akan dihisab kelak. Seharusnya saya tahu bahwa jika saya diberi rezeki, artinya saya memiliki beban pertanggungjawaban atas rezeki tersebut.

Dengan mengoptimalkan waktu luang untuk membaca dan menulis. Kelak saya akan memiliki hujjah (alasan) atas apa-apa yang saya lakukan di dalamnya. Membaca membutuhkan modal waktu dan kemauan, pun menulis. Artinya saya memiliki kesempatan untuk memahami lebih banyak dan dalam pada sebuah subjek. Lalu menjadi pertanggungjawaban saya untuk menyampaikan kepada sekitar saya atas apa-apa yang telah saya dapatkan tersebut (minimal) hingga melakukan aksi nyata pada sebuah perubahan.

Duh, bagaimana nanti saya akan berhujjah?

(Tersadar di hari keempat dari 3 hari yang tersisa)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s