Malthus, Motor dan Macet [Bukan Curhat]

Pagi ini seperti biasa saya nganter adik ke sekolah, naik motor. Setiap pagi juga saya semakin kesal dengan kondisi jalanan, macet! Padahal cuma jalanan lingkungan dekat rumah saja, apalagi di jalan-jalan besar strategis menuju pusat kota. Banyaknya pergerakan dari kendaraan ini tujuannya berbeda semua, ada yang ke kantor, ada yang ke sekolah, ada yang cuma ke warung dekat rumah!

Awal mula dari semua kemacetan ini sebenarnya sederhana, bahkan sudah pernah kita pelajari di masa sekolah dasar dulu. Mari kita berbicara tentang pertumbuhan penduduk. Menurut Malthus pertumbuhan penduduk adalah eksponensial atau menurut deret ukur (1, 2, 4, 8, 16) yang artinya dalam waktu yang sama pada sebuah periode kenaikannya bisa berkali-kali lipat. Kemudian pertumbuhan penduduk ini akan mempengaruhi langsung pertumbuhan kendaraan yang ada karena pertumbuhan kendaraan berbanding lurus dengan pertumbuhan penduduk. Cocoklah kenapa jalanan di sekitar rumah kita semakin sesak kian harinya. Tahukah kapan Malthus mengemukakan pernyataan tentang pertumbuhan penduduk tadi?  Tahun 1798. Ya, hampir 300 tahun yang lalu.

Contoh keterkaitan antara pertumbuhan jumlah penduduk dengan jumlah kendaraan bisa kita lihat di Kota Depok yang merupakan wilayah penyangga ibukota ini.

populasi kota depok

Dari grafik pertumbuhan penduduk dari tahun 2004 sampai dengan 2009 tidak terlalu signifikan, tetapi pada tahun 2009 sampai dengan 2011 terlihat adanya kejutan (shock) dari peningkatan tersebut. Tentunya ada banyak faktor yang mengakibatkan pertumbuhan ini begitu cepat naik, bisa dari kestabilan ekonomi, program kesehatan yang lebih baik dan lain sebagainya. Dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2009 (kurun waktu 5 tahun) kenaikan penduduknya sekitar 200.000 jiwa, sedangkan pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2011 (kurun waktu 2 tahun) kenaikannya drastis melonjak sekitar 300.000 jiwa.

motor depokSekarang kita bisa melihat grafik pertumbuhan jumlah kendaraan motor dari tahun 2004 sampai dengan 2011, kenaikannya relatif tinggi setiap tahunnya  dari awalnya 100.000 motor pada tahun 2004 menjadi sekitar 450.000 motor pada tahun 2011 ( kenaikannya sekitar 50.000 motor per tahun).  Sekarang kita lihat kenaikan jumlah penambahan jalannya.

jalan depok

Sepertinya tidak perlu kaget jika melihat kenyataan kenapa macet bisa terjadi lebih parah setiap harinya. Penduduk bertambah, kendaraan bertambah dan jalannya tetap! Sebenarnya tidak masalah kalaupun jalannya tetap atau penduduknya bertambah, selama kenaikan kendaraan bisa dibatasi alih-alih dikurangi. Nyatanya kebijakan yang sudah ditetapkan memang masih belum bisa diterapkan untuk mengurangi, syukur-syukur membatasi kendaraan yang ada.

Lalu apa yang bisa kita lakukan?

Banyak, dari hal yang sederhana adalah selalu berpikir ulang setiap kita hendak bepergian. Kalau masih bisa tanpa berpindah tempat, maka dengan cara online lebih baik. Jika memang harus berpindah, minimalkan penggunaan kendaraan pribadi, yaitu dengan menggunakan moda transportasi publik lainnya seperti Trans Jakarta, Commuter line, bis atau angkot. Kalaupun terpaksa menggunakan kendaraan pribadi, jangan langsung berpikir menggunakan rute yang terpendek, tapi yang jarang dilewati agar beban perjalanan bisa didistribusikan ke berbagai rute perjalanan. Dan kalau bisa numpang atau nebeng is the best 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s