Silaturahim, Ide dan Kopi

DSC_1147[1]

Saya suka ngobrol dan saya suka kopi. Pada awalnya saya mengganggap, kedua hal ini adalah kegiatan yang paling membuang-buang waktu dan uang. Nyatanya, ini adalah masalah persepsi dan konversi sebenarnya. Persepsi untuk melihat nilai tambah dari budaya bertutur dan kongkow sembari minum kopi khas masyarakat kita. Semuanya ini (sekali lagi) ternyata memiliki nilai penting bagi sebuah perubahan atau pergerakan (movement)  yang pernah terjadi bagi bangsa-bangsa besar lainnya di dunia.

Caranya adalah dengan mengkonversi serta melihat biaya peluang (opportunity cost) dari ‘kegiatan membuang-buang waktu dan uang’ di atas tadi agar ada nilai tambah (added value). Eleanor Roosevelt pernah berkata: “Pikiran besar mendiskusikan ide-ide, pikiran rata-rata membahas kejadian; Pikiran kecil mendiskusikan orang”. Nah, ini konversi pertama yang harus dilakukan mengganti topik dari obrolan yang hanya memberikan orang dan kejadian, dengan menggantinya menjadi sebuah diskusi ciamik tentang ide dan ide.

DSC_1144[1]

Selanjutnya yang kedua, adalah tentang kopi, kopi berasal dari bahasa Arab yaitu qahwah berarti penguat. Seperti definisi katanya, kopi digunakan sebagai minuman yang memberi kekuatan kita untuk untuk melawan rasa kantuk, agar dapat mengisi kegiatan baik di malam hari untuk mengusir kantuk. Persepsi akan kopi harus dibenahi dulu dengan wawasan akan kopi yang baik itu seperti apa, dengan jenis dan kadar yang cocok untuk setiap orang. Sehingga nantinya, setiap orang tahu kadar kopi baik dan benar untuk tubuhnya, karena banyak faktanya kopi memiliki manfaat yang baik untuk tubuh.

Nah, kedua hal tersebut bisa saya dapatkan di kedai kopi, bersilaturahim dengan banyak orang untuk berdiskusi sembari menyeruput kopi. Mengenai harga, rasa-rasanya dengan banyaknya kedai kopi yang menjamur sekarang ini, membuat harganya sangat kompetitif dan sangat terjangkau tentunya dengan kualitas kopi yang juga baik. Misalnya saja di sepanjang jalan Margonda, sepengamatan dan beberapa kali kunjungan saya di beberapa kedai kopi yang baru dibuka di jalan paling strategis ini Saya mendapati sejumlah hal. Harga yang bervariasi dengan kisaran termurah 16k-18k untuk secangkir kopi hitam, dan hebatnya yang saya dapatkan tidak hanya itu tetapi juga sepaket dengan akses internet gratis (yang hampir tidak pernah saya gunakan, karena saya bawa modem sendiri), buku-buku yang bisa saya baca gratis di tempat serta tempat yang cukup nyaman untuk membaca, brainstorming, berdiskusi hingga menyelesaikan satu paket tes TOEFL ITP!

DSC_1142[1]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s