Keseimbangan

Dan demikianlah , telah Kami jadikan kamu suatu ummat yang di tengah, supaya kamu menjadi saksi-saksi atas manusia, dan adalah Rasul menjadi saksi(pula) atas kamu. Dan tidaklah Kami jadikan kiblat yang telah ada engkau atasnya, melainkan supaya Kami ketahui siapa yang mengikut Rasul dari siapa yang berpaling atas dua tumitnya. Dan memanglah berat itu kecuali atas orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan tidaklah Allah akan menyia-nyiakan iman kamu. Sesungguhnya Allah terhadap manusia adalah Penyan­tun lagi Penyayang.” [Al Quran 2:143]

Pada dasarnya, bumi ini dipenuhi berbagai macam keseimbangan. Jika ada komponen yang hilang merusak keseimbangan, maka akan ada komponen yang muncul untuk memperbaiki keseimbangan. Pada KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Online dapat ditemui pengertian dari kata dasar keseimbangan: imbang 1 /im·bang / a setimbang; sebanding; sama (berat, derajat, ukuran, dsb). Sedangkan pengertian dari keseimbangannya sendiri: keseimbangan /ke·se·im·bang·an/ n 1 keadaan seimbang; 2 Fis keadaan yg terjadi apabila semua gaya dan kecenderungan yg ada tepat diimbangi atau dinetralkan oleh gaya dan kecenderungan yg sama, tetapi berlawanan.

Pernah dulu, saya membaca penjelasan dari lambang yin dan yang (sebuah filosofi Cina). Seperti yang kita tahu, bahwa yin dan yang diwakili oleh dua warna dominasi putih dan dominasi hitam. Pada dominasi putih terdapat lingkaran hitam di tengahnya dan sebaliknya. Yang bisa diartikan pada sebuah kebaikan ada potensi kejahatan dan pada sebuah kejahatan ada pula potensi kebaikannya. Dan lambang ini menurut saya sangat pas dengan konsep keseimbangan yang sedang kita bicarakan.

Sifat kehidupan, baik pelaku, objek dan komponen-komponen yang meliputinya merupakan sebuah satu kesatuan yang membentuk sistem. Tidak sekadar sistem, tetapi sistem yang dinamis, yang terus bergerak, terus menerus selama kehidupan ini terus berlanjut. Jika kita sudah tahu bahwa keseimbangan akan terus menerus mencari titik keseimbangannya yang baru, untuk terus berlanjut (sustain), sudah selayaknya juga kita mau sadar bahwa setiap komponen yang hilang akan digantikan dengan komponen yang baru serta dituntut konversi a.k.a pengorbanan pada pergantiannya.

Banyak hal yang bisa kita pelajari dari konsep keseimbangan ini. Dengan membaca diri sendiri, orang lain, alam, kondisi dan banyak hal lainnya. Dari sistem terkecil hingga sistem terbesar yang ada di alam semesta ini. Tentunya jika kita mau membaca, dan bukan sekadar membaca biasa :D. Insyaallah.

“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main. Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui“. [Al Qur’an 44:38)

“Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran.” [Al Qur’an 15:19]

“Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah.”  [Al Qur’an 51:49].

“Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.” [Al Qur’an  36:36].

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s