Tanggung Jawab

Nyata-nyatanya saya lupa untuk menulis! Lupa dengan janji kepada diri untuk menulis setiap hari! Saya kesal dengan diri saya sendiri karena memudarkan komitmen untuk menulis setiap harinya!

Seharusnya menulis itu kebutuhan, dengan begitu kebutuhan membaca akan mengikuti. Setiap muslim sudah seharusnya identik dengan wawasannya yang luas, ilmunya yang banyak dan pengetahuannya yang tinggi. Berbanding lurus pemahaman tersebut dengan perbuatannya, dengan akhlaknya. Sayangnya, saya masih sangat jauh dari kebermanfaatan tersebut.

Dengan segala peristiwa yang terjadi, maka sudah selayaknya kita mampu berbuat dalam berbagai level bentuk.  Entah itu mengubah kemunkaran dengan tangan, atau mengubah kemunkaran dengan lisan, atau menolak dengan hati.  Dan yang terakhir adalah level terlemah.

Padahal dengan banyaknya nikmat yang kita peroleh, maka berbanding luruslah dengan tanggung jawab yang harus kita berikan. Semakin kita menerima banyak, ya seharusnya banyak yang juga kita berikan, besar juga level perbuatan yang bisa kita lakukan. Karena dengan kesempatan yang kita punya, maka sebetulnya ada hak atau kesempatan orang lain yang kita tanggung dalam sebuah peranan, entah itu sebagai penyampai, pemberi tahu, penggerak atau pengubah. Insyaallah.

Dari Abu Sa’id Al Khudri radiallahuanhu berkata : Saya mendengar Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Siapa yang melihat kemunkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman. (HR Muslim)

Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). (QS Luqman: 17

Advertisements

2 responses to “Tanggung Jawab

  1. Aduh ini tulisannya mention banget sih, betul banget, semakin lama hidup, semakin banyak syukur yang sudah kita dapat, maka sudah sepatutnya kita sebagai manusia memberikan manfaat kepada banyak orang, menjadi rahmatan lil alamin bagi manusia lain dan semesta.

    [14:1] Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.

    Dan mengeluarkan manusia dari gelap gulita salah satunya adalah membuat orang lain Iqra. ya berarti nulis yah, hehehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s