Menyimak dan Mencari Tahu.

Apa yang sulit dari menyimak? Mungkin diantaranya dengan membaca dengan seksama, mendengarkan dengan perhatian. Nyatanya kita lebih sering enggan untuk melakukan hal-hal tersebut, khan? Entah males, entah nggak ngerti, atau males buat ngerti. Yang pernah jadi moderator atau koordinator kayaknya tahu nih gimana rasanya nggak disimak.

Sekarang-sekarang ini menyimak lebih terkait dengan kepedulian. Kepedulian untuk mau memahami, kepedulian untuk mau mengerti, kepedulian untuk menghargai. Atas topik atau isu yang diangkat, atas keniscayaan bahwa ada hal-hal yang harus disepakati, atas pentingnya eksistensi orang yang sudah capek-capek mau menginisiasi, memulai sampai menggerakan.

Jadi, mungkin bisa dibilang kalau orang yang menyimak itu ya orang yang mau peduli, orang yang mau peduli itu ya orang yang mau sedikit meluangkan “waktunya yang berharga” untuk menghargai bahwa orang lain juga sama-sama punya “waktu berharga”-nya masing-masing ๐Ÿ™‚

Selain menyimak, adalagi nih yang sering enggan atau malas untuk dikerjakan, yaitu mencari tahu. Di era pencarian supercepat dimanapun, kapanpun ini. Kok, rasa-rasanya kegiatan “searching” itu adalah hal yang paling gampang, deh. Misal kalau nggak tahu tempat, bisa pakai google map, bahkan bisa ketik di google: “Bagaimana cara sampai ke tempat X”, atau pahit-pahitnya tanya tukang ojek terus dibilang tempatnya jauh (padahal dekat, misalnya) jadi kita disuruh naik ojek aja, deh! ๐Ÿ˜€

Apa ini karena pengaruh budaya membaca kita ya? mungkin, bisa jadi. Bertanya lebih mudah sepertinya, tapi yang jadi misteri lagi adalah kalau ada seminar, atau sesi tanya jawab di diskusi terbuka kok justru sepi ya? langsung krik-krik deh pokoknya (mungkin ini terkait faktor kepercayaan diri kali ya, di dunia nyata kita lebih malu-malu untuk bertanya, pikirnya nanti bisa dicari di dunia maya, tapi ketika sudah di dunia maya malu-malu bertanyanya langsung raib deh, mending nanya aja deh, hahaha)

Terlepas dari hal itu semua, saya juga masih banyak mengintrospeksi diri sendiri terkait kegiatan menyimak dan mencari tahu ini. Toh, saya lebih berminat untuk menyimak dan mencari tahu jika itu memang hal yang saya suka, minati atau penting untuk saya. Selebihnya saya jadi malas untuk peduli. Jadi, sekarang saya mau belajar untuk memahami orang lain ๐Ÿ™‚

ย 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s