Data Mencerdaskan Bangsa

DSC_0389[1]

Judul postingan ini merupakan slogan milik Badan Pusat Statistik. Pengertian dari Wikipedia, Badan Pusat Statistik (BPS, dahulu Biro Pusat Statistik), adalah Lembaga Pemerintah Non Departemen di Indonesia yang mempunyai fungsi pokok sebagai penyedia data statistik dasar, baik untuk pemerintah maupun untuk masyarakat umum, secara nasional maupun regional. Tapi, melihat situasi yang ada sekarang ini, sudahkah data mencerdaskan bangsa?

Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, definisi data adalah da.ta [n] (1) keterangan yg benar dan nyata: pengumpulan (2) keterangan atau bahan nyata yg dapat dijadikan dasar kajian (analisis atau kesimpulan). Kemudian, — masih dari Wikipedia — data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti “sesuatu yang diberikan”.

DSC_0394[1]

Maka jelas dapat ditarik pengertian bahwa data merupakan kumpulan (yang berarti banyak — jamak) dari beberapa keterangan yang benar, dan dari kumpulan ini merupakan bahan atau modal dasar yang nantinya dapat dijadikan sebagai sebuah kajian yang kemudian dapat diolah untuk dapat dijadikan informasi.

Nah, sekarang adalah perlunya mengetahui perbedaan dari statistika dan statistik itu sendiri. Statistika merupakan ilmu yang berkenaan dengan data, sedang statistik adalah data, informasi, atau hasil penerapan algoritma statistika pada suatu data. Jadi, berhubungan dengan pertanyaan di atas tadi, “Sudahkah data mencerdaskan bangsa?” Maka, menurut saya belum πŸ™‚

Kenapa belum? Karena data yang notabenenya merupakan kumpulan keterangan yang benar — sekalipun — ya, hanya sebatas kumpulan keterangan saja, belum dapat memberikan informasi apa-apa. Bahkan pada tingkat ekstremnya, data justru bisa membodohkan bangsa. Ini jika tidak dibarengi pemanfaatan data untuk dikelola dengan benar dan baik. Dan dengan ungkapan data mencerdaskan bangsa, menurut saya terdengar seperti ungkapan yang semisal dengan ‘makanan mencerdaskan bangsa’.

DSC_0395[2]

Memang sih, jika dikaitkan dengan makanan yang cukup dan bergizi kemudian akan menghasilkan energi yang cukup untuk berpikir dan kandungannya cukup meningkatkan seluruh potensi tubuh terutama otak untuk mencerna segala pengetahuan, pastinya rantai sebab-akibat ini akan mampu mencerdaskan bangsa. Tapi bukankah ini rantai yang masih lumayan jauh untuk dikaitkan secara langsung? πŸ˜€

Tapi dari seluruh penjelasan saya di atas, saya akan mengembalikannya lagi kepada diri masing-masing. Fokus saya sebenarnya lebih kepada pengalaman pencarian datanya sendiri, yang nantinya data tersebut akan menjadi bahan dasar kajian yang saya perlukan, laluΒ  berlanjut menjadi informasi yang dapat menghasilkan gambaran dari sistem yang ada, dan syukur-syukur mampu menjadi alternatif-alternatif solusi dalam penentuan kebijakan dari permasalahan-permasalahan yang ada. Aamiin.

Kebetulan — sudah direncakan sebetulnya — Jum’at kemarin saya berkunjung ke perpustakaan BPS RI yang berlokasi di Jl. Dr. Sutomo 6-8 Jakarta untuk ke sekian kalinya. Kunjungan kali ini dalam rangka mencari pencarian data sebagai kajian monev ( monitoring and evaluation) sejumlah jalan nasional yang melintasi kabupaten pada beberapa provinsi di Indonesia. Perlu adanya monev ini dikarenakan — sebab patutnya — pada pembangunan, perawatan atau peningkatan jalan akan ada dampaknya baik langsung dan tidak langsung terhadap perkembangan wilayahnya.

DSC_0391[1]

Untuk itu diperlukan data tentang PDRB, angka kemiskinan, angka angkatan kerja dari sebelum dan sesudah dari proyek yang dikerjakan tersebut. Nantinya pengolahan data ini, mampu memberikan informasi dari pencapaian proyek tersebut. Seharusnya — atau idealnya — adalah pembangunan mampu meningkatkan kesejahteraan.

Nah, kalau pada hasilnya nanti justru kemandekan kesejahteraan atau cuma kecil saja peningkatan kesejahteraan yang dihasilkan tersebut, maka bisa dikatakan bahwa proyeknya tidak atau belum optimal. Oleh karena itu, adanya kajian monev ini dilakukan agar kelak pada proyek yang serupa atau lainnya dapat memberikan dampak yang optimal — tentunya jika standar sistemnya juga mampu ditingkatkan alih-alih diperbaiki dengan merujuk pada kajian monev yang dihasilkan nantinya.

Pada kunjungan ke perpus BPS kali ini, saya mendapati peningkatan pelayanan dari berbagai sisi. Mulai dari pengisian buku tamu hingga peminjaman loker dengan e-ktp saya (saya tidak tahu ini nantinya dilarang tidak ya, e-ktp ditukar dengan akses masuk atau sekadar kunci loker, hehehe). Setelah masuk ke dalam perpus, peningkatan pelayanan ditunjukkan dengan baik oleh para petugas yang membantu saya mencari berbagai jenis data yang saya perlukan dengan cepat, ramah penuh respect. Bahkan ini berlanjut hingga ke bagian penggandaan publikasi tercetak di bagian fotocopy.

DSC_0392[1]

Dilihat dari seluruh pelayanan yang ada, testimoni saya untuk semua ini adalah puas πŸ™‚ terlepas dari hiruk pikuk keramaian yang entah kenapa kunjungan kali ini begitu ramai — sampai bingung juga melihat banyaknya pengunjung hari ini — dibanding beberapa kunjungan saya sebelumnya. Semoga juga ramainya para pencari data hari menggambarkan juga budaya statistik kita yang kuat yang tidak saja mampu menghasilkan informasi yang baik, namun juga pemaknaannya menjadi deskripsi yang mampu memprediksi alternatif-alternatif sebagai solusi terbaik masa depan Bangsa ini πŸ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s