Synergi is a Harmony

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”(QS. Al-Hujurat : 13).

Sejam sebelum saya nonton Ironman 3 — akhirnya, nonton juga — Gramedia jadi tempat nongkrong sebelum film dimulai. Nah, ketika menunggu inilah saya mengunyah beberapa halaman dari buku teranyar Stephen R. Covey: 3rd Alternative.

Sebetulnya saya sudah tahu buku ini dari setahun yang lalu, tapi baru keasyikan melahapnya justru pada momen satu jam sembari menunggu film dimulai. Membaca bagian awal dari buku ini terasa begitu pas dengan apa — dan mungkin juga kebanyakan orang — yang saya jalani. Buku ini adalah tentang alternatif ketiga, sebuah cara — yang sebetulnya sudah banyak orang tahu — menemukan solusi hingga inovasi dari sebuah permasalahan.

Bila alternatif pertama adalah cara saya, kemudian cara kedua adalah cara anda, maka di buku ini yang dibahas adalah tentang alternatif ketiga yaitu synergi a.k.a cara kita. Sayangnya — menurut Covey — sekarang ini maksud dari synergi yang ada dan terjadi di tengah-tengah kita sudah benar-benar bergeser dari makna yang sesungguhnya. Karena jelas, synergi bukanlah win-win atau lose-lose  apalagi yang bisa disebut sebagai kompromi.

Kompromi sendiri jelas-jelas berbeda karena bagi masing-masing pihak harus mau menanggalkan sesuatu dari apa yang ada pada dirinya. Hingga terkadang yang — buruknya ditangkap orang banyak — dimaksud dari synergi tidak lebih dari “cara lain” memanfaatkan orang lain. Padahal synergi sendiri adalah suatu bentuk improvisasi — yang bisa merupakan kombinasi, variasi, pergiliran — seorang manusia dengan manusia lainnya untuk bersama-sama mencapai pencapaian besar yang akan berbeda jika hanya dikerjakan sendiri.

Pada synergi satu ditambah satu bisa menjadi sepuluh, seratus bahkan sampai tak terhingga. Berbeda dengan kompromi yang bisa jadi hanya menghasilkan satu setengah alih-alih minus. Banyak contohnya dari synergi ini pada bidang musik, alunan sebuah lagu merupakan synergi dari berbagai komponen suara. Kemudian pada pencapaian terbesar dari ibadahpun, banyak reward yang justru bisa didapatkan dari synergi, salat misalnya dua puluh tujuh kali lipat bisa kita dapatkan dengan satu ditambah satu!

Jadi, apakah kita siap untuk bersynergi?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s