Kehilangan

(hilang /hi·lang/ v)
1 tidak ada lagi; lenyap; tidak kelihatan: tiba-tiba benda itu — dr pemandangannya;
2 tidak ada lagi perasaan (spt marah, jengkel, suka, duka), kepercayaan, pertimbangan, dsb: rasa marahnya kpd anak yg nakal itu sudah –; kepercayaan kpd orang yg setiap kali ingkar janji itu telah –;
3 tidak dikenang lagi; tidak diingat lagi; lenyap: ketenarannya — begitu saja krn kejadian itu;

kbbi.web.id

DSC_0289[1]

Tidak mudah menghadapi peristiwa kehilangan ketika kita sadar bahwa kita telah kehilangan. Meskipun hal ini tidak lebih buruk ketimbang kita tidak sadar bahwa diri kita telah kehilangan. Dan bentuk kehilangan terburuk yang pernah ada, adalah jika kita kehilangan diri sendiri yang ditambah buruk dengan diri yang tidak menyadarinya.

Meski begitu, kita lebih senang untuk tidak menyadari atas kehilangan yang terjadi bukan? apalagi yang benar-benar disadari diri sendiri. Begitulah setiap diri diciptakan, bersama potensi untuk menghindar. Menghindari kenyataan yang tidak diinginkan untuk dihadapi alih-alih menghadapi dan menyelesaikannya.

Kehilangan diri sendiri berarti kehilangan tujuan dari impian-impian yang kita miliki. Sayangnya, kebanyakan dari kita begitu enggan untuk tahu bahwa sesuatu yang berharga telah hilang dari diri. Lalu mau menjadi seperti apa manusia yang telah kehilangan dirinya sendiri? Tanpa tujuan, tanpa mimpi-mimpi.

Bukankah sudah kepastian bahwa setiap diri harus berjuang menghadapi getirnya takdir yang bersinggungan dengan diri. Tapi, kebanyakan kita lebih memilih berjuang dengan menanggalkan impian dan potensi diri. Lalu, apa yang sebetulnya tengah diperjuangkannya itu?

Manusia dengan nurani bawaannya, dengan firasat yang tertanam pada dirinya, dengan segala anugerah tak kasat mata yang terhimpun pada dirinya sepertinya tengah mengalami krisis penumpulan anugerah tersebut bukan?

Tapi, tentu saja, tak ada salah satupun dari kita dengan berlapang dada mau untuk mengakui hal tersebut – sepertinya. Apakah ketergantungan pada alat – ciptaan manusia itu sendiri — yang menumpulkan anugerah yang telah diberikan Yang Maha Pemurah secara cuma-cuma tersebut atau kita yang telah lupa bahwa anugerah itu memang kita miliki.

Seringkali di masa sekarang-sekarang ini, ketidaktenangan mendera hati dengan alasan yang tak berdasar. Entah karena merasa jumawa mampu mengendalikan segala hal disekitarnya ataupun merasa gelisah atas masa depan yang sama sekali belum hadir di hadapannya.

Terlebih sering kita merasa memegang peranan utama atas peristiwa yang terjadi pada diri kita. Padahal telah ditegaskan oleh Yang Maha Pengasih bahwa segala hal baik pun buruk yang terjadi pada diri merupakan ketentuannya, berdasar ijinnya. Dengan hal inilah seharusnya kita tak perlu cemas pada hasil dan apapun yang seharusnya kita dapat ataupun lepas dari jangkauan kita. Melainkan apakah upaya kita pada proses tersebut memiliki nilai di hadapan Yang Maha Bijaksana.

Takut, khawatir, bingung, dan gelisah muncul sebagai manifestasi atas ketidaksiapan dan ketidaktahuan diri kita pada dasarnya. Sebab jika kesiapan dan ketahuan itu kita miliki secara jelas dan nyata, rasa-rasanya segala bentuk perasaan yang tidak mengenakan dan hampir-hampir mencekik diri kita itu tidak mungkin menyeruak dari diri kita sendiri.

Tentunya segala perasaan ini pastinya akan menghinggapi seluruh manusia manapun, tak terkecuali, tak terperi. Sebab hanya Yang Maha Tahu-lah yang memiliki segala atas apa-apa yang tidak diketahui ciptaan-Nya. Dengan posisi yang sama antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya, apakah masih enggan diri ini untuk mau memperjuangkan impian terutama yang mampu memberi maslahat besar dan menjangkau secara luas atas masyarakat banyak?

Tentu saja semua ini adalah pilihan bukan, untuk mau kehilangan atas impian yang notabenenya anugerah yang diberikan semenjak lahir berupa passion atau dengan memperjuangkannya semaksimal mungkin dengan segala keterbatasan yang memang fitrah setiap manusia yang lahir di muka bumi ini. Pilihannya ada pada diri kita masing-masing.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s