Sederhana

(sederhana /se·der·ha·na/ a)
1 bersahaja; tidak berlebih-lebihan: hidupnya selalu –;
2 sedang (dl arti pertengahan, tidak tinggi, tidak rendah, dsb): harga –;
3 tidak banyak seluk-beluknya (kesulitan dsb); tidak banyak pernik; lugas: ia menerangkan dng kalimat-kalimat yg –;

kbbi.web.id


6403373415_248f15c3c5_o

Kesederhanaan adalah hal kecil tapi berdampak besar. Hal kecil yang begitu sering terlupakan (dilupakan?). Hal kecil yang terlebih enggan untuk dilaksanakan. Namun, apakah kesederhanaan itu adalah bentuk rasa syukur? ungkapan terima kasih atas merasa cukup. Sebab, memang sebuah fitrah jika kita selalu tidak akan pernah puas, selalu ingin mendapatkan yang lain, selalu ingin mendapatkan yang lebih meski pada objek yang jelas sudah kita miliki.

Motivasi bersederhana (sepertinya) memang harus ditanam agar kelak dapat tumbuh. Karena (mungkin) jika tidak akan menjadi sebuah penyesalan di kemudian kelak. Kesederhanaan — seberat apapun kita mengelaknya — adalah senjata yang berpotensi tinggi sebuah andalan. Dengan kesederhanaan akan mengasah kemampuan diri untuk beroptimasi secara efektif pun efisien. Kemudian bukankah dalam agama pun diri (manusia) diajarkan untuk selalu mengoptimasi dirinya?

Kesederhanaan dapat terwujud dalam berbagai bentuk serta cara, baik tampak pun tidak. Bersederhana adalah upaya, bentuk aksi nyata! Tentu saja dibutuhkan interaksi dengan hati untuk mencapai tujuannya: kerendahan hati.

Sebuah keniscayaan bahwa jiwa begitu dinamis alih-alih untuk selalu berada pada kondisi sederhana yang berkelanjutan. Mungkin sebab inilah kita selalu diperintahkan untuk terus membaca dengan mengenal diri: berkomunikasi, mengevaluasi kemudian merevisi. Setidaknya memang inilah salah tugas diri yang tak akan pernah berhenti yakni memperbaiki.

Bersederhana harusnya memang sederhana. Dengan memaksa diri untuk menginginkan apa yang kita butuhkan, bukan membutuhkan apa yang kita inginkan. Dan lagi-lagi urusan sederhana itu sepertinya memang tidak pernah mudah meski tidak juga terlalu sulit. Berlatih bersederhana berarti juga sebuah komitmen untuk mampu mensinergikan diri untuk menghadirkan kondisi dengan orientasi masa depan. Masa depan dari kesederhanaan jiwa yang sempurna. Aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s