Catatan Lama Tentang Menulis

We do not write because we want to; We write because we have to”

Sudah sekitar setahun yang lalu saya pernah mencatat materi tentang menulis pada sebuah seminar. Seminar yang berjudul “Menggugah Kepedulian Lewat Tulisan” yang narasumbernya adalah Helvy Tiana Rosa dan Sunaryo Adhiatmoko. Seminar yang diadakan oleh Salam UI bekerja sama dengan IMZ (Indonesia Magnificience of Zakat) bertempat di Fakultas MIPA, UI-Depok.

Pada kesempatan ini, banyak hal yang disampaikan oleh kedua narasumber tentang peranan menulis bagi setiap orang. Penyampaian materi pertama oleh Helvy Tiana Rosa memaparkan tentang kemampuan dasar untuk setiap orang dalam berbahasa, yakni: menyimak, berbicara, membaca dan menulis.

Menulis adalah bagian tersulit dari empat dasar kemampuan berbahasa yang telah disebut diatas. Sebab menulis adalah bentuk mengolah dan menyampaikan kembali informasi agar dapat diterima bagi setiap pembacanya. Dari apa yang dipaparkan, definisi menulis adalah berbicara yang kau catat dan berbagi melalui simbol-simbol dari apa yang kita tulis.

Lalu mengapa menulis yang merupakan bagian tersulit dari berbahasa menjadi begitu teramat penting? Sebab menulis memiliki banyak manfaat, yaitu: menyalurkan talenta, mengucapkan diri, menuangkan gagasan, peduli terhadap suatu hal, mengikat ilmu atau makna, berbagi pengetahuan, mempengaruhi atau membentuk opini publik, aktualisasi serta eksistensi diri, agar dikenal orang, meninggalkan jejak atau menjadi bagian dari sejarah, dan mendapatkan uang.

Lebih dari yang telah disebut tadi, menulis adalah tentang kepedulian. Kepedulian atas berbagai persoalan yang ada di lingkup Nasional maupun Internasional, bahkan pada ruang lingkup terkecil dari sekitar kita. Dari kepedulian yang dapat disampaikan melalui tulisan inilah yang membuat peradaban kemanusiaan dapat terus bergerak semakin lebih baik. Dan ini harus menjadi perhatian penting bagi setiap orang, setiap orang yang peduli.

Apapun yang kita rasakan entah itu sedih, galau, atau marah. Menulis adalah cara terbaik sebagai media penyaluran semua perasaan tersebut. Ada transformasi baik dari mengubah perasaan yang tidak mengenakan menjadi sebuah tulisan yang banyak memberi manfaat.

Sebuah pesan yang pernah disampaikan oleh Mother Teresa pada sebuah kesempatan tentang menulis menjadi bagian dari sebuah perubahan:

To read is to empower

To empower is to write

To write is to influence

To influence is to change

To change is to live

dari sini menjadi jelas, menulis adalah mempengaruhi, menulis adalah keberpihakan. Ketika kita tidak ingin menjadi objek sebuah perubahan, maka satu-satunya cara menjadi subjek perubahan adalah kita harus menulis. We have to!

Banyak sekali para penulis yang namanya kini terus melekat di benak setiap orang dan pastinya tertulis pada berbagai literatur yang ada, mereka diantaranya: Mochtar Lubis, Chairil Anwar, David McClelan, Hans Christian Andersen Dan Pramoedya Ananta toer. Mereka adalah para penggerak perubahan melalui pena dan kertasnya.

Tidak lupa bahwa tulisan haruslah hidup menjadi sebuah entitas yang baik, maka sangat perlu bagi setiap diri untuk mampu meniupkan ruh pada tulisannya sendiri, dengan wawasan, dengan kepedulian, dan dengan doa.

Menulis adalah sebuah kerja panjang bagi para penggerak, yang memerlukan napas-napas panjang seorang pelari marathon, daya tahan seorang pendaki, keberanian seorang panglima, kecerdasan seorang alim, kefokusan dan ketepatan seorang pemanah, pengendalian lihai seorang penunggang kuda, kegesitan seorang perenang, dan kesabaran seorang ibu. Sebab menulis adalah bentuk kepedulian, pengkristalan sebuah cinta.

Advertisements

3 responses to “Catatan Lama Tentang Menulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s