Terhubung: Yang Kita Lupa Atau Mungkin Bingung

Banyak hal yang sering kita lupa, awalnya mungkin hanya satu-dua-hal yang-tampaknya-sepele, tapi ada pepatah yang selalu kita tahu bahwa sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit toh? Di dalam kita bersosialisasi — terutama di era teknologi sekarang ini — rasa-rasanya mengingat istilah the man behind the gun, patut dihadirkan selalu dalam pikir kita.

Dalam setiap diri bersosialisasi, kita tidak pernah luput dari bagaimana harus berkomunikasi. Menjadi catatan bahwa bukan alat komunikasi (the gun) yang menjadi unsur terpentingnya. Tetapi pada orang dan pesan yang menyampaikan dan disampaikanlah yang menjadi unsur terpenting dari tiap orang berkomunikasi (the man). Dari Wikipedia, didapatkan pengertiannya sebagai berikut, Komunikasi adalah “suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain”.

IMG_1917[1]

Jadi ini bukan pada bagaimana dan seberapa banyak kita terhubung pada banyak jejaring sosial dan perangkat gadget yang memungkinkan dengan sangat mudah tiap pribadi, kelompok, organisasi dan atau masyarakat untuk melakukan komunikasi. Tapi ini terlebih pada seberapa besar kita mau terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Jika nyata-nyatanya masih saja keterhubungan ini juga belum terbentuk dalam ruang lingkup bersosialisasi siapapun itu. Mungkin saja, memang kita tertipu pada keterhubungan yang seakan-akan telah telah terhubung — tetapi semu — tersebut.

“Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hisab yang buruk.” (Ar-Ra’d: 21)
IMG_1798[1]
“Seseorang berkata: ‘Ya Rasulullah, beritahukan kepadaku amalan yang akan memasukkan aku ke surga dan menjauhkanku dari neraka.” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan: “Engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, menegakkan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung silaturahim’.” (HR. Al-Bukhari, Muslim).
Tapi yang perlu mendapat sedikit perhatian dari keterhubungan yang berlangsung adalah: Apa iya kita telah benar-benar memaui keterhubungan tersebut? (Atau jangan-jangan hanya sekadar basa-basi yang nanti ujung-ujungnya hanya benar-benar basi), Apa iya kita telah “beretika” dalam bertutur, bertindak bahkan berprasangka — kalau senyum saja kita enggan, berjabat tangan saja begitu memberatkan, memuji saja sungkan? — ?
IMG_1623[1]
“Saling berjabat tanganlah kalian, niscaya akan hilang rasa dengki; dan saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian kalian akan saling mencintai dan akan lenyap rasa permusuhan.” (HR Malik).Alih-alih menawarkan dan menerima hadiah atau suguhan sebagai interaksi kita dalam bersosialiasi yang menciptakan keterhubungan, telah pula diajarkan oleh manusia terbaik penjalin keterhubungan: “Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian saling mencintai.” (HR al-Bukhari, al-Baihaqi, Abu Ya’la). Ternyata terlebih banyak pada penolakan atau keengganan yang terjadi (mungkin ini yang setidaknya kita harus bisa sedikit berbasa-basi mesti kita tidak suka) pada apa yang ditawarkan, bisa dilihatlah menuju kemana keterhubungan yang terjadi tersebut. Sebab pada akhirnya pada apa-apa yang ditolak dari sebuah tawaran, akan menimbulkan keresahan pada yang menawarkan, “Apakah dia menaruh dendam atau benci kepadaku?”

IMG_1815[1]
Jika melihat dari apa yang terjadi pada banyaknya keterhubungan semu yang lebih mengarah pada degradasi maknawi. Kita harus selalu yakin bahwa ketulusan yang kita beri akan selalu terlihat pada apa-apa yang mungkin sering kita lupa. Entah pada halusnya tutur, eratnya genggaman, halusnya sambutan dan tegur sapa, hingga manisnya senyum yang menghiasi raut muka kita 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s