Menunda: Segalanya Menjadi Berbeda

Sudah hampir lima hari ini saya tidak nge-blog. Alasannya karena ulah saya sendiri, yakni: Malas. Akhirnya ada tulisan yang harus saya tunda, padahal banyak cerita yang harus saya tulis, karena menarik dan harus saya bagi karena penting untuk disebarluaskan. Tapi karena saya tunda, rasa-rasanya banyak yang mulai luntur unsur menariknya dan banyak yang terlupa bagian pentingnya ketika nanti saya harus tulis.

IMG_1618[1]

Dengan penundaan ini, saya mengalami yang namanya kegalauan, entah kenapa lima hari tidak menulis, segalanya menjadi beda. Saya seperti kehilangan sesuatu, yang membuat hari-hari saya ada yang hilang, dan justru seperti kehilangan semangat untuk menjalani aktivitas beberapa hari. Bahkan seperti mengawali dan mengakhiri hari tanpa memiliki esensi apa-apa.

IMG_1955[1]Kalau dihitung-hitung, karena saya  banyak menunda sejumlah hal, saya jadi bingung harus menyelesaikan yang mana dan harus dimulai darimana. Ah, seperti harus melakukan segala sesuatunya dengan lebih (extra) untuk berpikir, bekerja, dan segalanya menjadi berganda (double) usahanya. Memang sih, menunda memang menggoda, tetapi semuanya menjadi sungguh berbeda. Lebih susah, lebih banyak, lebih sedikit waktu yang tersisa. Pokoknya benar-benar berbeda 😦

IMG_2003[1]

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s