Langit Yang Sama, Cerita Yang Berbeda

Rangkaian hidup yang kita jalani — semenjak kita lahir hingga di detik ini kita mampu bernafas, melihat serta mampu membaca tulisan ini, mendengar suara di samping kanan-kiri kita, menggerakan kursor dengan tangan, mengolah melalui berpikir atas apa-apa yang kita baca, dengar dan rasakan, menikmati sehat fisik dan jiwa dari aktivitas bangun tadi hingga mungkin akan siap untuk terlelap di kenyamanan rumah, bertegur sapa dan bersenda gurau secara cukup dengan sanak saudara serta handai taulan, menjemput rezeki dari Allah yang terhampar dan memenuhi langit dan bumi, dan yang paling terutama adalah kenikmatan paham untuk yakin, untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya — merupakan ketetapan Allah yang telah begitu apik diatur untuk masing-masing hamba-Nya, tak terkecuali.

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di Bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya.” (Surat Al Hadid 22)

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (Surat Ar-Rahman (55): 13)

IMG_1223[1]

Apapun yang terjadi selalu ada yang sama pada diri kita dan orang lain, merasakan senang, merasakan sedih, merasakan lelah, merasakan bimbang, merasakan harap dan cemas. Hanya, tanggapan atas sebab tersebutlah yang membedakan tiap-tiap diri manusia. Memilih marah, kesal, takut secara berlebih, pesimis, tak acuh, menyerah. Atau sabar, berani, optimis, acuh dan bersemangat untuk terus berjuang. Cara pandanglah yang membedakan, cara membaca situasilah yang menjadikan tidak sama, bermuara pada menyikapi segala situasi segala bacaan yang dihadirkan oleh Allah Pencipta Bacaan.

 “Sesungguhnya  usaha kamu memang berbeda-beda.” (Surat  Al-Lail:4)

IMG_1265[1]

Meski apa yang kita baca sama, meski apa kita lihat sama, meski apa yang kita dengar sama. Selalu ada perubahan dalam memahaminya, selalu ada hal yang baru yang selalu kita temukan. Untuk itulah kita selalu diperintahkan untuk banyak berjalan di bumi Allah yang luas, untuk selalu menyambung silaturahim, untuk selalu mengulang-ngulang bacaan kita  agar pemahaman kita kelak terus bertambah, terus meluas, terus bertumbuh.

“Dan bertakwalah kamu kepada Allah yang dengan nama-Nya kami saling memohon dan peliharalah silaturahim.” (Surat Al-Nisa: 1)

“Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya & makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (Surat Al-Mulk: 15)

…”Bertebaranlah kamu dimuka bumi dan carilah rahmat Allah.” (Surat Al Jumu’ah: 60)

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, (1) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah (2) Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah (3).” (Surat Al-Alaq: 1-3)

Wallahu a’lam bis shawab.

IMG_1325[1]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s