Untuk Yang Banyak Berjalan

Kita yang begitu banyak berjalan, dalam perjalanan-perjalanan baik dekat maupun jauh. Rasa-rasanya perlu mencukupkan rehat pada rentang-rentang jalan yang membentang. Karena, kerap terjadi bahwa kita tidak lagi pada jalur perjalanan tepat (on the track) yang  seharusnya kita tempuh.

Kita terlebih sering terjebak pada pemikiran kita sendiri, serta angan-angan panjang yang justru menipu. Meski kita dikelilingi oleh yang benar dan banyak sekalipun, tidak memastikan bahwa diri kita menjadi benar. Sebab begitu ragamnya tipu daya yang hadir mengelilingi diri.

Kita seakan-akan telah memiliki kompas buatan berteknologi terbaik yang begitu utuh dan paling baik, sampai menyangkal bahwa matahari telah begitu jelas-jelas menunjukkan arah yang sebenarnya, padahal kompas hasil pikir kita itu telah benar-benar rusak tanpa disadari.

Kita seakan telah memegang begitu banyak kunci-kunci kebenaran yang hanya diri sendiri yang tahu, dan seperti menggenggam masa depan orang lain ketika kita memiliki peran untuk mau membagi kunci-kunci tersebut atau tidak. Padahal tidak sedikit manusia terbaikpun yang lepas dari goda, lepas dari jumawa.

Dalam perjalanan, berjalan terlalu banyak dan menerus akan mencipta jenuh dan bosan, hingga ketika harus berhadapan pada  persimpangan yang ditemui dengan pikir yang begitu semrawut dan hati yang begitu lelah, mungkin kita akan salah memilih arah dan pada kesempatan lain tersadar harus mengambil jalur yang satunya lagi — tentu saja memperbaiki arah memerlukan waktu untuk memutar arah dengan usaha memperbaiki menjadi memerlukan energi ganda. Oleh itu, rehat-rehat sebagai hadiah terbaik pada berbagai sempat harus kita ambil sembari mengecek kompas dan disesuaikan dengan arah matahari, mengecek perbekalan, merangkul teman-teman seperjalanan. Mungkin terlihat menghabiskan banyak waktu tapi setidaknya meminimalisir energi dan waktu yang diperlukan jikalau kita harus memutar balik. Wallahu a’lam bis shawab

Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan . (QS. 90:10) 
Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. (QS. 90:11)
Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (QS. 90:12)

tumblr_mgp6v6D1Q11rhu2gao1_1280

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s