PHP: Pemberi Harapan Pasti

Jika pena telah diangkat dan tinta telah mengering. Maka apalagi yang dapat diperbuat? Tentu saja selalu ada ruang-ruang partisipatif untuk menilai dan dinilai; Memilih pilihan yang baik atau buruk; Bereaksi baik atau buruk atas segala tindak; hingga dimensi apa yang dipikir dan dirasa. Pilihan-pilihan akan selalu hadir, cepat atau lambat, mau atau tidak. Pada setiap awal mula hingga akhir menutup mata.

Tentu tidak mudah memaknai pembelajaran dari sebuah kegagalan pun kecewaan. Tetapi, selalu ada pintu atas ruang-ruang harta hikmah yang bisa dibuka. Sekali lagi, inipun sebuah pilihan; hanya meratapi bin mencaci atau membuka penuh suka cita pintu-pintu tadi.

Bukan banyaknya sakit yang perlu dirasa, bukan banyaknya kecewa yang perlu dikira. Melainkan apa yang dapat kita pahami dari sebuh peristiwa. Sebuah pemahaman yang hanya bisa diraih dengan berpikir, bukan diterka-terka. Dan selalu ada pilihan penuh goda atas alasan untuk direka, “Ah, tidak usah saja”.

Juga, bukan pada banyaknya rangkaian peristiwa serta lamanya. Tapi ini lebih dari seberapa besar kita mau bertanya, berani berbicara, yang bukan sekadar kata tapi juga ungkapan rasa, penuh segenap jiwa. Karena…beda kata beda makna, beda prasangka akan tampak pada suasana.

Atas sebuah peristiwa, rasa-rasanya rugi jika kita tidak dapat memetik makna. Apalagi hanya mendapat sebuah rasa hampa tanpa apa-apa. Alangkah baiknya jika dapat menjernihkan prasangka, mesti tampak sulit di mula-mula tapi indah menjadi muara.

Jika beribadah terasa rutinitas belaka, sepertinya ada yang perlu kembali dicerna. Menepi sebentar, bertanya bukan menerka,”Kira-kira apa, kenapa, atau bagaimana?”. Tentu saja masing-masing hati dapat menjawab. Jikapun belum, selalu ada guru diluar sana yang dapat mengetahui sebab. Dan sekali lagi, ini adalah bentuk pilihan partisipatif pada dimensi untuk bertanya: bukan sekadar menerka.

Jiwa-jiwa pun tak luput dari sakit. Kalau hari ini tidak, mungkin saja besok. Jika hari ini dia, mungkin saja besok saya. Teruntuk para sahabat berbagai kondisi. Maaf kalau tulisan ini mungkin lebih tampak basa-basi, dari seseorang yang sering salah bereaksi. Tapi dengan penuh harap, semoga saja  sedikit dapat mengisi. Atas relung-relung kosong  daripada hari-hari yang terlewati. Agar kita tidak merasa sendiri, agar kita tidak merasa sepi.

Jika manusia adalah PHP yang notabenenya: Pemberi Harapan Palsu. Maka, hanya Allah-lah PHP yang terbaik: Pemberi Harapan Pasti. Semoga kita dapat menjadi pribadi yang saling berlomba-lomba dalam kebaikan, bukan justru bergengsi-gengsi dalam kebaikan.

Advertisements

One response to “PHP: Pemberi Harapan Pasti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s